Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 10:40 WIB | Senin, 08 Mei 2023

Sepuluh Serangan Drone Menyasar Krimea, Wilayah Ukraina Yang Diduduki Rusia

Asap mengepul di atas tangki bahan bakar menyusul dugaan serangan drone di Sevastopol, Krimea, 29 April 2023. (Foto: Reuters/stringer)

KIEV, SATUHARAPAN.COM-Ukraina meluncurkan lebih dari 10 pesawat tak berawak (drone) Sabtu (6/5) malam ke Semenanjung Krimea, termasuk tiga di pelabuhan Sevastopol, kata seorang pejabat yang ditunjuuk Rusia pada hari Minggu (7/5). Dia menambahkan bahwa sistem pertahanan udara menangkis semua serangan di Sevastopol.

“Tidak ada objek (di Sevastopol) yang rusak,” kata Mikhail Razvozhayev, gubernur Sevastopol yang dilantik Moskow, di aplikasi perpesanan Telegram. Tidak ada rincian kerusakan dari serangan di tempat lain di Semenanjung Krimea, yang dianeksasi Rusia dari Ukraina pada tahun 2014.

Baza, saluran Telegram dengan tautan ke lembaga penegak hukum Rusia, melaporkan sebelumnya pada hari Minggu bahwa menurut informasi awal saluran tersebut, tidak ada korban jiwa dalam apa yang dikatakannya sebagai serangkaian serangan di Krimea.

Menurut pemantauan saluran Telegram Ukraina, ledakan terjadi di Sevastopol dan Saki, di mana Rusia memiliki pangkalan udara, serta beberapa tempat lainnya. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Serangan terhadap sasaran yang dikuasai Rusia telah meningkat dalam dua pekan terakhir, terutama di Krimea. Ukraina, tanpa mengonfirmasi peran apa pun dalam serangan itu, mengatakan penghancuran infrastruktur adalah persiapan untuk serangan darat yang direncanakan.

Serangan ke Depot Minyak di Sevastopol

Sebuah serangan pesawat tak berawak menyebabkan kebakaran di fasilitas penyimpanan bahan bakar di pelabuhan Sevastopol, Krimea, mengirimkan asap hitam besar ke langit sebelum padam, kata gubernur kota yang dilantik Moskow, pada hari Sabtu (6/5).

Para ahli memeriksa lokasi tersebut dan “menjadi jelas bahwa hanya satu drone yang dapat mencapai reservoir minyak,” kata Mikhail Razvozhaev di aplikasi perpesanan Telegram, menambahkan bahwa tidak ada yang terluka dalam kebakaran tersebut. Drone lain jatuh, puing-puingnya ditemukan di pantai dekat terminal, tambah Razvozhaev.

Seorang pejabat intelijen militer Ukraina mengatakan lebih dari 10 tank produk minyak dengan kapasitas sekitar 40.000 ton yang dimaksudkan untuk digunakan oleh Armada Laut Hitam Rusia dihancurkan, lapor media RBC Ukraina.

Pejabat itu, Andriy Yusov, tidak mengklaim bahwa Ukraina bertanggung jawab atas ledakan tersebut dalam komentar yang dilaporkan oleh RBC, sebaliknya menggambarkan ledakan itu sebagai "hukuman Tuhan" atas serangan Rusia di sebuah kota Ukraina pada hari Jumat.

“Hukuman ini akan berlangsung lama. Dalam waktu dekat, lebih baik bagi semua penduduk Krimea yang diduduki sementara untuk tidak berada di dekat fasilitas militer dan fasilitas yang disediakan untuk tentara agresor,” kata Yusov dikutip RBC.

Pejabat Ukraina biasanya tidak mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di situs militer di Krimea, meskipun terkadang mereka merayakannya menggunakan bahasa halus. Seorang juru bicara angkatan bersenjata Ukraina mengatakan sebelumnya dia tidak memiliki informasi yang menunjukkan bahwa Ukraina bertanggung jawab atas kebakaran itu.

Ukraina tidak memiliki rudal jarak jauh yang dapat mencapai target di tempat-tempat seperti Sevastopol, tetapi telah mengembangkan drone selama perang untuk mengatasi rintangan ini.

Sejak Rusia meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina Februari lalu, Moskow menuduh Kiev mengirim gelombang serangan drone udara dan laut untuk menyerang Krimea.

Ukraina mengatakan bahwa kendali atas semua wilayah hukumnya, termasuk Krimea, semenanjung yang dianeksasi Rusia pada 2014, adalah syarat utama untuk setiap kesepakatan damai.

Sergei Aksyonov, kepala Krimea yang ditunjuk Rusia, mengatakan di Telegram bahwa pasukan pertahanan udara dan peperangan elektronik pada hari Sabtu menembak jatuh dua drone di wilayah tersebut. "Tidak ada korban jiwa atau kerusakan," katanya. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home