Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:45 WIB | Jumat, 31 Desember 2021

Somalia: Serangan oleh Kelompok Al-Shabaab, Tujuh Tewas

Pria Somalia bersenjata terlihat di sebuah jalan di ibu kota Somalia, Mogadishu. (Foto: dok. Reuters)

MOGADISHU, SATUHARAPAN.COM-kelompok ekstremis Al-Shabaab Somalia menyerang sebuah kota di utara ibu kota Mogadishu pada hari Kamis (30/12), menewaskan sedikitnya tujuh orang saat mereka melawan pasukan keamanan pemerintah, kata seorang petugas polisi dan penduduk.

Polisi dan penduduk di Balad, 30 kilometer utara Mogadishu, mengatakan kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda itu menyerang pasukan pemerintah yang menjaga sebuah jembatan di pintu masuk kota pada pagi hari.

“Kami sedang berada di sebuah masjid untuk shalat ketika baku tembak terjadi di jembatan. Al-Shabaab merebut kota itu, menyerbu para tentara di jembatan itu,” kata Hassan Nur, seorang penjaga toko di Balad, sebuah kota pertanian yang menghubungkan wilayah Shabelle Tengah Somalia dengan Shabelle Bawah, kepada Reuters melalui telepon.

“Ada beberapa pasukan polisi di kota itu. (Polisi) hilang. Ketika tembakan dimulai, orang-orang berlarian ke rumah mereka. Saya menghitung lima tentara tewas dan dua perempuan sipil,” katanya.

Kapten polisi Farah Ali mengatakan para pejuang tinggal sebentar di kota itu setelah serangan tetapi kemudian pergi. “Al-Shabaab tidak datang ke pos kami tetapi merebut seluruh kota dalam pertempuran dan pergi tanpa berpatroli,” katanya kepada Reuters.

"Saya mengerti ada sekitar delapan orang tewas termasuk tentara."

Al-Shabaab bertujuan untuk menggulingkan pemerintah dan memaksakan secara ketat hukum Islam. Mereka sering melakukan serangan senjata dan bom terhadap target keamanan dan pemerintah, tetapi juga pada warga sipil. Mereka juga menargetkan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika.

Somalia, yang hanya memiliki pemerintahan pusat terbatas sejak tahun 1991, sedang berusaha untuk membangun kembali dirinya sendiri dengan bantuan Perserikatan Bangsa-bangsa.

PBB dan negara-negara lain telah mendesak perdana menterinya, Mohammed Hussein Roble, dan presiden Mohamed Abdullahi Mohamed untuk menyelesaikan perselisihan politik yang telah mengalihkan perhatian mereka dari perang melawan pemberontak.

Presiden pada hari Senin (27/12) menangguhkan kekuasaan perdana menteri karena dugaan korupsi, yang menurut perdana menteri adalah upaya kudeta ketika dia meminta semua pasukan keamanan untuk melaksanakan perintah dari kantornya.

Keduanya juga saling menyalahkan atas penundaan yang lama pemilihan parlemen yang sedang berlangsung. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home