Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:20 WIB | Sabtu, 01 Oktober 2016

Soto Ditampilkan pada Frankfurt Book Fair 2016

Ilustrasi: Restoran patio di Frankfurt Book Fair 2015. Di restoran itu disajikan berbagai makanan Indonesia. (Foto: beritagar.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Memperkenalkan kuliner Indonesia menjadi salah satu program utama Indonesia di Frankfurt Book Fair 2016. Kuliner Indonesia yang bisa ditemukan di hampir setiap provinsi adalah soto. Untuk itu Indonesia akan menghadirkan kuliner tradisional tersebut di Frankfurt Book Fair 2016 selama tiga hari.

Anggota Komite Buku Nasional, Goenawan Mohamad, mengatakan delegasi Indonesia akan membawa penjenamaan (branding) Indonesia yang tidak hanya terkenal dengan keeksotisannya, tetapi juga kontemporer, kreatif, cerdas dan plural, karena Indonesia terdiri atas sekitar 17.000 pulau. 

“Kita berharap para penulis dan buku-buku kita dapat dikenal di mata internasional,” katanya saat konferensi pers di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (29/9), seperti dilansir situs kemdikbud.go.id

Setelah tahun lalu tampil sebagai Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015, tahun ini Indonesia kembali hadir di Frankfurt Book Fair untuk menampilkan berbagai industri kreatif.

Sekitar 20 orang pelaku industri kreatif, 10 penulis animator, komikus, desainer, dan 10 penerbit Indonesia akan ikut dalam Frankfurt Book Fair 2016, yang diselenggarakan pada 18-23 Oktober 2016 di Frankfurt, Jerman.

Dalam Frankfurt Book Fair 2016, stan Indonesia akan menggelar sekitar 80 acara dengan mengangkat tema “Return to The Island of Tales”.

Indonesia, akan membuat panggung khusus untuk pertunjukan tradisional Indonesia. Beberapa acara yang akan digelar antara lain pertunjukan seni budaya seperti pencak silat dan gambang kromong, serta gelar wicara (talkshow) dan diskusi buku dengan penulis Indonesia, seperti Laksmi Pamuntjak, Eka Kurniawan, dan Seno Gumira Ajidarma.

Kehadiran Indonesia dalam ajang pameran buku terbesar di dunia itu, merupakan hasil kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Bekraf akan membantu Komite Buku Nasional untuk mengirim 20 delegasi dan memperbaiki atau membuat desain grafis Indonesia dalam hal desain grafis buku.

Belajar dari pengalaman tahun lalu di Frankfurt Book Fair 2015, Indonesia dapat menjual hak cipta penerbitan sebanyak 33 judul buku. Karena itu dalam Frankfurt Book Fair tahun ini, Indonesia akan memamerkan sekitar 300 judul karya anak bangsa. Sekitar 40 – 50 buku di antaranya adalah buku anak.

Tujuan keikutsertaan Indonesia di ajang Frankfurt Book Fair adalah untuk meningkatkan semangat bagi para penulis indonesia agar dapat terus membuat karya yang berkualitas dan bermutu. Selain itu juga untuk menumbuhkan minat baca di kalangan anak muda. 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home