Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 07:35 WIB | Jumat, 15 Agustus 2014

Tim Putri Rusia Juara Olimpiade Catur 2014

Tim Putri Rusia Juara Olimpiade Catur 2014
Tim catur putri Rusia terdiri atas GM (Grand Master) Alexandra Kosteniuk, WGM (Woman Grand Master) Natalia Pogonina, GM Katerina Lagno, GM Valentina Gunina, dan WGM Olga Girya. (Foto: chess24.com).
Tim Putri Rusia Juara Olimpiade Catur 2014
Alexandra Kosteniuk, salah satu pecatur putri Rusia. (Foto-foto: tromso2014.com).
Tim Putri Rusia Juara Olimpiade Catur 2014
Kateryna Lagno, salah satu pecatur putri Rusia.
Tim Putri Rusia Juara Olimpiade Catur 2014
Valentina Gunina, salah satu pecatur putri Rusia.
Tim Putri Rusia Juara Olimpiade Catur 2014
Natalia Pogonina, salah satu pecatur putri Rusia.
Tim Putri Rusia Juara Olimpiade Catur 2014
Para pecatur putri Indonesia, kiri ke kanan: Irene Kharisma Sukandar, Chelsie Monica Ignesias SIhite, Ummi Fisabilillah, Medina Warda Aulia, Dewi Ardhiani Anastasia Citra. (Foto:inachess.com).

TROMSO, SATUHARAPAN.COM – Tim catur putri Rusia dipastikan merebut juara Olimpiade Catur 2014 setelah di babak terakhir yang berlangsung Kamis (14/8) malam di Gedung Sparkhallen, Tromso, Norwegia berhasil mengalahkan putri Bulgaria 2,5-1,5.

Rusia merebut podium teratas dengan poin 32 , hasil dari 10 kali menang dan 1 kali kalah. Rusia unggul 2 poin dari Tiongkok dan Ukraina yang bermain imbang 2-2 di partai terakhir. Sementara para pecatur putri Indonesia yang pada babak awal sempat menduduki peringkat kedua, terus menuai hasil buruk sehingga hanya finis peringkat ke-61 dari 136 negara yang berpartisipasi pada kategori putri. Para pecatur putri Tanah Air meraih lima kemenangan, satu kali remis, dan lima kali kekalahan dengan total poin pertandingan sebanyak 11,5.

Tim Rusia terdiri atas GM (Grand Master) Alexandra Kosteniuk, WGM (Woman Grand Master) Natalia Pogonina, GM Katerina Lagno, GM Valentina Gunina, dan WGM Olga Girya.

Peringkat kedua diduduki Tiongkok, yang meraih delapan kali kemenangan, dua kali remis, dan satu kali kalah, dan berhak menggondol medali perak. Peringkat ketiga diraih Ukraina yang memperoleh catatan pertandingan yang sama dengan Tiongkok, akan tetapi kalah dalam poin pertandingan, Tiongkok meraih 32 poin, sementara Ukraina hanya 28,5.

Para Pecatur Putri Tanah Air Takluk

Para pecatur putri Indonesia harus mengakhiri babak terakhir Olimpiade Catur dengan catatan buruk. Menghadapi Austria di partai terakhir, putri Indonesia harus tunduk dengan skor telak 0,5-3,5. Ini adalah kekalahan keempat berturut-turut yang diderita oleh tim putri Indonesia, sehingga peringkatnya turun dari sebelumnya ke-31 menjadi peringkat ke-61.

Pada babak terakhir, para pecatur putri Indonesia ditundukkan Belarusia yang jauh berada di peringkat ke-72 dengan kekalahan 1,5 – 2,5. Tim Putri kebanggaan Tanah Air sulit lepas dari trauma kekalahan di babak sebelumnya atas India dan Georgia, poin Indonesia disumbangkan oleh Chelsie Monica Sihite yang menang atas Maria Nevioselaya, dan Medina Warda Aulia yang ditahan imbang Lanita Stetsko. Akan tetapi hasil itu tidak diiringi dengan kemenangan rekan-rekannya, karena Irene Kharisma Sukandar dan Dewi Ardhiani Anastasia Citra gagal menyumbang poin karena ditundukkan lawan-lawannya.

Kategori Terbuka (Putra dan Putri)

Sementara itu putra Tiongkok (China) tidak tertahankan untuk merebut juara kategori Terbuka, setelah di babak terakhir mencetak kemenangan atas Polandia 3-1. Tim putra Negeri Tirai Bambu meraih total 31,5 poin pertandingan, hasil dari delapan kali kemenangan, tiga kali remis, dan tanpa mengalami kekalahan. Peringkat kedua diduduki Hungaria yang mencatat nilai total 29 hasil dari 7 kali menang, tiga kali remis, dan sekali kekalahan. Selanjutnya, India menempati peringkat ketiga setelah memperoleh tujuh kali menang, tiga kali hasil imbang, dan sekali kekalahan.

Berbeda dengan para pecatur putri, tim putra Indonesia menempati peringkat ke-43 dari 177 negara yang ikut dalam olimpiade ini. Tim putra yang dikomandoi oleh GM Susanto Megaranto ini meraih enam kali kemenangan, satu kali remis, dan empat kali kekalahan.

Tim putra Indonesia mengalahkan Kep. Faroe di babak terakhir Olimpiade Catur 2014. Menghadapi Kepulauan Faroe, Susanto Megaranto dan para rekannya meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 3-1. Poin Indonesia disumbangkan oleh Susanto, Farid, dan Luthfi Ali yang meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Kepulauan Faroe berhasil meraih poin setelah salah satu pecaturnya, Henrik Nielsen menang atas Novendra Prihasmoro. (inachess.com/tromso2014.com).

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home