Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 11:39 WIB | Senin, 19 Mei 2014

Tiongkok Tunda Sejumlah Kerja Sama dengan Vietnam

Aparat kepolisian meminta warga meninggalkan jalan yang dekat dengan keduataan besar Tiongkok di Hanoi, 18 Mei 2014. Seruan protes anti-Tiongkok tidak terlaksana seiring dengan pengamanan ketat yang dilakukan otoritas di sekitar kedutaan besar Tiongkok dan lokasi-lokasi lainnya yang diduga dijadikan tempat aksi protes. (Foto: AFP)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM - Tiongkok memutuskan menunda sejumlah kerja sama bilateral dengan Vietnam setelah gelombang unjuk rasa anti-Tiongkok memanas menyusul keputusan Beijing membangun rig pengeboran minyak di wilayah sengketa Laut China Selatan. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hong Lei pada media, Senin (19/5), mengatakan Tiongkok akan melakukan beberapa langkah penting jika diperlukan. 

Secara singkat ia menegaskan, penundaan dilakukan jika itu memang harus dilakukan. "Dan kami memutuskan penundaan penting," katanya.

Gelombang unjuk rasa anti-Tiongkok mengakibatkan dua orang pekerja asal Tiongkok tewas dan seratus orang lainnya luka-luka. 

Tiongkok berkeras pembangunan rig pengeboran minyak di wilayah sengketa Laut China Selatan masih berada di wilayah kedaulatannya.

Menyusul gelombang unjuk rasa anti-Tiongkok itu, Beijing mengevakuasi 3.000 warganya dari Vietnam. Lima kapal disiapkan untuk membawa warganya kembali ke Tiongkok.

Tak hanya itu, Tiongkok juga menyiagakan kapal dan helikopter penyelamat. Sebelumnya 16 warga Tiongkok dalam keadaan kritis telah diterbangkan ke Tiongkok dan tiba di Bandara Inernasional Shuangliu, Chengdu, Provinsi Sichuan.

Pengeboran minyak milik Tiongkok, Haiyang Shiyou 981, dibangun di dekat Kepulauan Paracel di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa antara Vietnam dan Tiongkok. Di kawasan tersebut, kapal-kapal milik kedua negara bertabrakan dan sempat memicu ketegangan. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home