Loading...
FOTO
Penulis: Francisca Christy Rosana 17:21 WIB | Jumat, 05 Desember 2014

TNI Gelar Simulasi Pembebasan Korban Sandera NIIS

TNI Gelar Simulasi Pembebasan Korban Sandera NIIS
Simulasi pembebasan korban penyaderaan oleh militan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) oleh Satuan Khusus TNI yang tergabung dalam Latihan (Gabungan Penanggulangan Teror) Gultor Tri Matra IX TA 2014 di lapangan Pertolongan kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten pada Jumat (5/12). (Foto: Puspen TNI)
TNI Gelar Simulasi Pembebasan Korban Sandera NIIS
Situasi simulasi di Bandara Soekarno Hatta Tangerang.
TNI Gelar Simulasi Pembebasan Korban Sandera NIIS
Tak hanya di lapangan, simulasi juga dilakukan di dalam ruangan.
TNI Gelar Simulasi Pembebasan Korban Sandera NIIS
Inspektur Jenderal (Irjen) TNI, Letjen TNI Syafril Mahyudin memeriksa pasukan Gultor Tri Matra IX TA 2014 terdiri dari pasukan khusus dari AD, AL dan AU.
TNI Gelar Simulasi Pembebasan Korban Sandera NIIS
Inspektur Jenderal (Irjen) TNI, Letjen TNI Syafril Mahyudin menyampaikan selamat bertugas pada personil dari pasukan khusus AU dan AD.
TNI Gelar Simulasi Pembebasan Korban Sandera NIIS
Inspektur Jenderal (Irjen) TNI, Letjen TNI Syafril Mahyudin menyematkan tanda komandan tim pada personil pasukan khusus dari AU.

TANGERANG, SATUHARAPAN.COM – Simulasi pembebasan korban penyaderaan militan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) dilaksanakan oleh Satuan Khusus TNI yang tergabung dalam Latihan (Gabungan Penanggulangan Teror) Gultor Tri Matra IX TA 2014.

Simulasi dipimpin oleh Inspektur Jenderal (Irjen) TNI, Letjen TNI Syafril Mahyudin dan digelar di areal Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten pada Jumat (5/12).

Dalam amanat Panglima TNI Dr Moeldoko yang dibacakan Inspektur Jenderal (Irjen) TNI, Letjen TNI Syafril Mahyudin saat penutupan acara, satu dasawarsa ke depan kemungkinan konflik angkatan bersenjata antarnegara sangat kecil terjadi.

Instrumen internasional telah menjadi pagar terjadinya konflik, namun demikian TNI harus tetap siaga manakala instrumen internasional tersebut tidak mampu melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional,” kata Panglima TNI.

“Hal ini harus menjadi kewaspadaan karena bentuk perang (sat ini, Red) telah berubah dalam bentuk perang terorisme hybrida dan proxy war yang memiliki dimensi fisik dan psikologis yang dilakukan oleh negara atau non negara,” ujar Panglima TNI dalam amanat yang dibacakan Letjen Mahyudin di lapangan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang-Banten.

Skenario Simulasi

Dari rilis yang dikirim Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert kepada satuharapan.com Jumat (5/12), simulasi tersebut bercerita tentang pembebasan korban sandera NIIS.

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Penanggulangan Teror (Gultor) TNI  membebaskan sandera dari NIIS di Indonesia pimpinan Sierra Militan.

Kelompok  NIIS tersebut dikisahkan memiliki kemampuan menembak, merakit bom, menguasai medan dan pelolosan, serta mengintimidasi masyarakat kampung.

Anggota NIIS kemudian bergeser ke wilayah Bima untuk mencari simpatisan baru guna mendukung aksi teror di Jakarta dengan sasaran bandara Soekarno-Hatta.

Setelah direncanakan secara matang, kelompok radikal pendukung NIIS melaksanakan pembajakan di dalampesawat yang ditumpangi pejabat VIP. 

Selain itu,  kelompok radikal juga memutus jalur suplai bahan bakar avtur pesawat, menguasai depo pertamina, gedung otoritas bandara, dan menyandera kepala bandara serta seluruh staf yang bertugas mengatur regulasi di bandara.

Mengetahui kelompok NIIS menguasai Bandara Soekarno Hatta, Satgas Gultor TNI melaksanakan aksi penindakan teror dengan berbagai manuver, mulai dari infiltrasi hingga eksfiltrasi.

Dalam simulasi tersebut, sasaran pembebasan sandera terbagi dalam tiga lokasi yaitu  sasaran pembebasan sandera (Basra) di pesawat, gedung  Angkasa Pura II, dan di gedung Shafti Pertamina.  

Masing-masing lokasi simulasi dilaksanakan oleh Tim Aksi Khusus (Aksus) Alpha a, Tim Aksus Delta, dan Tim Aksus Charlie.

Dengan gerakan taktis yang cepat dan tepat, prajurit TNI berhasil menewaskan 16 militan serta menyelamatkan seluruh sandera sejumlah 79 orang.

Dari simulasi yang dilakukan, diharapkan pasukan TNI siap menghadapi militan ekstremisme yang dapat masuk  sewaktu-waktu ke Indonesia.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home