Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 10:41 WIB | Senin, 15 Agustus 2016

Tommy Melaju ke 16 Besar karena Pelajari Kelemahan Lawan

Tommy Sugiarto. (Foto: badmintonindonesia.org)

RIO DE JANEIRO, SATUHARAPAN.COM – Pelatih tunggal putra bulu tangkis Indonesia, Toto Sunarto, menjelaskan andalan tunggal putra bulu tangkis Indonesia, Tommy Sugiarto, memelajari kelemahan lawan sehingga hari Minggu (14/8) memastikan melaju ke babak 16 Besar cabang bulu tangkis di Olimpiade 2016.

Tommy memastikan melaju ke-16 Besar karena putra pebulu tangkis senior, Icuk Sugiarto tersebut, menempati posisi puncak klasemen grup J dengan meraih dua kemenangan.

Kemenangan pertama dibukukan Tommy atas Howard Shu (Amerika Serikat), 21-14, 21-10, dan pada  hari  Minggu (14/8), di Riocentro, Rio De Janeiro, Tommy kembali memetik kemenangan dari Osleni Guerrero (Kuba), dengan skor 21-12, 21-14.

“Tommy banyak menyerang ke badan lawan. Kami memang sudah mempelajari, ini jadi titik lemah yang bisa diincar,” ungkap Toto Sunarto. 

Toto menambahkan lawan Tommy, Osleni Guerrero merupakan pebulu tangkis yang berkualitas. Namun  Tommy dapat bermain tenang dan dapat menerapkan strategi dan instruksi dari pelatih sehingga dapat memenangi laga.

“Selain itu, dia (Tommy, Red) punya cover lapangan yang bagus,” kata Toto Sunarto.

“Jika melihat kelas dan peringkat lawan, Tommy masih jauh lebih unggul,” Toto Sunarto menambahkan.

Saat menghadapi Guerrero, Tommy tampil dominan. Di set pertama, Tommy unggul  hingga 16-10. Guerrero terus berusaha membelah pertahanan Tommy dengan banyak smash keras, namun  Tommy sudah mengantisipasi hal itu. Pada set kedua, Guerrero lebih memberikan perlawanan. Kali ini ia mampu memperkecil ketertinggalannya dari Tommy.

Tommy masih menunggu calon lawan yang akan dihadapinya pada babak 16 besar. “Kalau ditanya mau ketemu siapa, siapa pun kami siap,” kata Toto.

Toto menambahkan saat ini  dia memfokuskan menjaga kebugaran Tommy. “Sejauh ini penampilan Tommy sudah lumayan, permainannya sudah keluar,” tambah Toto.

Kegembiraan yang dialami Tommy tidak sama dengan yang dijalani andalan tunggal putri Indonesia, Linda Wenifanetri. Kekecewaan menggelayuti Linda, karena pebulu tangkis asal Jawa Timur tersebut sudah harus angkat koper di penyisihan grup. Linda mengalami kekalahan saat dikalahkan Nozomi Okuhara dari Jepang dengan 12-21, dan 12-21. Saya tentu kecewa dengan hasil ini, karena tidak sesuai dengan target awal. Dari awal target saya pribadi harus lolos grup dulu, baru nanti selanjutnya,” kata Linda.

“Yang pasti pelajarannya harus lebih kuat lagi, baik di lapangan maupun fisik,” kata Linda.

Perolehan Medali Sementara

Indonesia dalam tabel perolehan medali sementara Olimpiade 2016, hingga Minggu (14/8) berada di urutan ke-49 dengan dua perak. Kedua medali tersebut diraih dari cabang angkat besi.

Pada urutan pertama bercokol Amerika Serikat dengan 26 medali emas,  20 medali perak, dan 21 perunggu. Urutan kedua terdapat Britania Raya dengan 15 medali emas, 16 medali perak, dan tujuh perunggu.

Di peringkat ketiga ditempati Republik Rakyat Tiongkok yang mendapat 15 medali emas, 13 medali perak, dan 17 medali perunggu, selanjutnya urutan keempat diduduki Rusia yang meraih sembilan medali emas, 11 medali perak, dan sepuluh perunggu. Selanjutnya Jerman menempati peringkat kelima dengan mengumpulkan delapan medali emas, lima perak dan empat perunggu.

Urutan  keenam sampai dengan kesepuluh berturut-turut ditempati Prancis, Italia, Jepang, Australia, dan Korea Selatan.  (badmintonindonesia.org)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home