Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 16:49 WIB | Jumat, 15 Juli 2016

Ulama dan Negara Teluk Kecam Teror Nice

Petugas medis membawa ke dalam ambulance korban serangan teror truk di kota Nice, Prancis, Kamis (14/7). (Foto: dari Le Monde)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM - Ulama Muslim terkemuka bersama  para pemimpin negara-negara Teluk, pada hari Jumat (15/7) menyatakan mengecam serangan menggunakan truk yang menewaskan sedikitnya 84 bidang di kota Nice, Prancis, pada hari Kamis (14/7) yang merupakan hari libur nasional negara itu.

Mufti Besar Mesir,  Shawki Allam, mengecam serangan itu dan menyebut penyerangnya sebagai "ekstrimis" yang "mengikuti jejak setan."

"Islam tidak pernah memerintahkan untuk pertumpahan darah," kata Allam dalam sebuah pernyataan yang dikutip media Mesir, Al Ahram.

"Orang-orang yang melakukan kejahatan buruk seperti  itu merusak bumi, dan mengikuti jejak iblis ... dan dikutuk dalam kehidupan ini dan di akhirat," kata dia menegaskan.

Sementara itu, enam pemimpin negara Teluk Arab mengeluarkan pernyataan bersama dan mengatakan bahwa mereka "sangat" mengutuk tindakan "teroris" di Nice.

"Negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council  /GCC) berdiri dalam solidaritas dengan Republik Perancis setelah insiden kriminal pengecut ini yang dilakukan orang yang tak punya nilai moral dan kemanusiaan,"  kata Sekjen GCC, Abdullatif al-Zayani.

Anggota GCC, Arab Saud,i mengeluarkan pernyataan sendiri mengutuk  tindakan "keji teroris", dan menambahkan bahwa dia berdiri dalam "solidaritas" dengan Prancis dan akan "bekerja sama dalam menghadapi aksi terorisme dalam segala bentuknya."

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan, mengatakan, "Kejahatan teroris yang mengerikan ini membuat penting bagi semua untuk bekerja dengan tegas dan tanpa ragu-ragu  melawan terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya."

Arab Saudi dan UEA adalah anggota dari koalisi pimpinan Amerika Serikat yang melancarkan perang terhadap kelompok jihadis  Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS atau ISIS) di Suriah bersama Prancis.

Setidaknya 84 orang tewas ketika seorang pria bersenjata menabrakkan truk yang dikemudikan ke arah kerumunan ribuan orang yang merayakan Hari Bastille di Riviera Prancis pada Kamis (14/7) malam. Banyak korban luka, dan 18 dari mereka dalam keadaan kritis.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home