Loading...
SAINS
Penulis: Francisca Christy Rosana 11:00 WIB | Jumat, 27 Maret 2015

Wagub DKI Berbagi Cerita Jadi Dekan Termuda

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pernah menjadi dekan termuda. (Foto: dok.satuharapan.com/Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membenarkan pernah menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya termuda ketika ia berusia 29 tahun.

“Usia 29 tahun saya jadi dekan, menjadi pembantu dekan 1 itu usia 27 tahun. Masih bujang. Dua periode jadi dekan setelah itu menjadi wakil rektor 1,” ujar Djarot saat ditemui satuharapan.com di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (27/3) pagi.

Pengalamannya menjadi dekan ini membawanya mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia yang dirasa masih kurang tepat.

Di banyak daerah di Indonesia, Djarot memandang sistem pendidikan kurang berorientasi pada mutu dan kualitas, namun kuantitas. Banyak sekolah berlomba-lomba meluluskan siswanya 100 persen, bahkan hingga 105 pesen. Sekolah yang menargetkan semakin banyak siswa lulus semakin hebat ini dianggap politikus PDI-P itu sebagai pemikiran yang keliru.

“Sekarang yang lucu di banyak daerah, keberhasilan sekolah dilihat dari berapa persen siswanya yang lulus. Padahal belum tentu lho. Zaman saya dulu kalau nggak lulus nggak papa kok. Lebih baik berikan kebebasan pada sekolah agar bisa menilai muridnya secara objektif, bukan hanya pemahaman ilmu pelajaran saja, tapi juga dari sisi budi pekerti, ini yang harus mendapat perhatian,” kata Djarot memaparkan pengalamannya.

Sedangkan dari sisi guru, Djarot menegaskan guru harus fokus pada kodrat awalnya, yakni ‘digugu’ dan ‘ditiru’. Namun, guru justru tak boleh membangun jurang dengan muridnya.

Guru, lanjut Djarot, harus dekat dengan murid, dekat dengan orangtua murid sehingga ia bisa mengikuti perkembangan muridnya dengan baik, bukan hanya dari sisi nilai-nilai pelajaran saja.

“Dan jangan guru dibebani, ditarget murid harus 100 persen lulus, akhirnya yang kerepotan gurunya untuk meng-upgrade muridnya,” kata mantan Wali Kota Blitar itu. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home