Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 17:07 WIB | Senin, 04 Juli 2016

Warga Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Simprug

Warga Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Simprug
Warga menunjukan ijazah sekolah anaknya yang hangus terbakar pasca kebakaran yang melanda pemukiman di lingkungan RT 9 dan RW 10, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (4/7). Kebakaran yang diduga dari arus pendek listrik terjadi pada hari Sabtu (2/7) kemarin setidaknya telah menghanguskan sekitar 200 rumah dengan jumlah sekitar 300 Kepala Keluarga (KK)
Warga Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Simprug
Seorang anak melintas di lokasi tempat terjadinya kebakaran yang melanda pemukiman Simprug, Jakarta Selatan dan telah menghanguskan sekitar 200 rumah pada hari Sabtu kemarin.
Warga Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Simprug
Salah satu warga terlihat mencari sisa barang-barang yang masih dapat diselamatkan di rumahnya yang hangus terbakar pasca kebakaran yang terjadi pada hari Sabtu (2/7) kemarin.
Warga Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Simprug
Barang-barang perabotan rumah tangga yang hangus terbakar pasca kebakaran yang melanda pemukiman Simprug, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (2/7).
Warga Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Simprug
Seorang warga memilih baju dan celana yang merupakan sumbangan dari warga di salah satu posko bantuan yang berada di dekat lokasi kebakaran.
Warga Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Simprug
Barang-barang milik warga yang hangus terbakar tidak bisa diselamatkan pasca kebakaran yang melanda pemukiman Simprug, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (2/7) kemarin.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Warga pemukiman Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terlihat membersihkan sisa puing pada hari Senin (4/7) setelah kebakaran melanda wilayah tersebut pada hari Sabtu (4/7).

Kebakaran itu telah menghanguskan ratusan rumah warga yang berada di lingkungan Rukun Tetangga (RT) 9 dan Rukun Warga (RW) 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Kebayoran Lama.

“Saya baru sampai hari ini ke Jakarta, kemarin waktu kejadian saya sudah sampai di kampung mudik lebaran ke Wonogiri, Jawa Tengah,” kata Ratno salah satu warga yang mengaku pasrah saat dijumpai di lokasi tempat kejadian.

Dia menambahkan seluruh dokumen penting seperti, surat tanah, ijazah sekolah dan beberapa dokumen lainnya telah hangus terbakar. “Saya biasanya titipkan ke tetangga, atau saudara,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan satuharapan.com, terlihat beberapa warga membersihkan puing serta mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari kebakaran. Sementara posko bantuan juga terlihat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dan juga beberapa dari lembaga sosial dan juga instansi pendidikan.

Kebakaran itu mengakibatkan 200 rumah terbakar dan 300 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Untuk sementara warga diungsikan ke beberapa tempat di antaranya, masjid,  kampus dan rumah warga.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home