Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 12:17 WIB | Selasa, 05 November 2013

Warga Depok Sambut Tahun Baru Islam 1435 Hijriyah Dengan Dakwah dan Seni Budaya

Warga Depok Sambut Tahun Baru Islam 1435 Hijriyah Dengan Dakwah dan Seni Budaya
Menyambut Tahun baru Islam 1435 Hijriyah warga Tanah Baru, Depok gelar acara Tauziah dari Ustad Nur Hidayat dan pagelaran seni budaya campur sari Mugi Rahayu yang bertujuan menjalin persatuan dan kesatuan antar sesama, Senin (4/11) (Foto-foto: Dedy Istanto).
Warga Depok Sambut Tahun Baru Islam 1435 Hijriyah Dengan Dakwah dan Seni Budaya
Sejumlah warga baik laki-laki dan perempuan mendengarkan tauziah yang disampaikan oleh penceramah tentang makna dari tahun baru Islam.
Warga Depok Sambut Tahun Baru Islam 1435 Hijriyah Dengan Dakwah dan Seni Budaya
Para warga menggelar doa bersama dalam memperingati tahun baru Islam 1435 Hijriyah sebagai bagian dalam bentuk intropeksi diri.
Warga Depok Sambut Tahun Baru Islam 1435 Hijriyah Dengan Dakwah dan Seni Budaya
Ketua DKM (kiri) saat menyerahkan potong tumpeng kepada anggota DPRD wilayah Depok (kanan) sebagai prosesi dalam menyambut peringatan tahun baru Islam.
Warga Depok Sambut Tahun Baru Islam 1435 Hijriyah Dengan Dakwah dan Seni Budaya
Sejumlah warga saat menikmati hidangan tumpeng setelah pembacaan doa bersama.

DEPOK, SATUHARAPAN.COM – Menyambut tahun baru Islam 1435 Hijriyah yang jatuh pada, Selasa (5/11) warga Kelurahan Tanah Baru gelar kegiatan ceramah dan pagelaran budaya Jawa, Senin (4/11) di lapangan yang terletak di RT 03 RW 07. Tujuannya, membangun rasa persatuan dan kesatuan.

Acara yang dimulai dengan doa bersama, shalawat, tauziah, serta diakhiri potong tumpeng dihadiri oleh sejumlah warga dari lingkungan sekitar lingkup RW 07 dan sekitarnya. Acara juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok, juga tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Acara memperingati tahun baru Islam yang juga identik dengan malam pergantian tahun Jawa  malam 1 Syuro merupakan sebuah tradisi Jawa yang sampai saat ini masih bertahan. Di beberapa daerah di Jawa, seperti Yogyakarta, Solo dan sekitarnya masih mempertahankan budaya malam 1 Syuro dengan berbagai ritual sebagai bagian dalam intropeksi diri.

Budaya malam 1 Syuro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613 – 1645 M) yang pada saat itu kondisi masyarakat masih dipengaruhi dengan sistem penanggalan Tahun Saka yang merupakan warisan dari tradisi Hindu. Sejak masa memperluas ajaran Islam di tanah Jawa Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home