Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 04:26 WIB | Minggu, 16 Agustus 2015

Women In Badminton Agar Bulu Tangkis Tidak Identik Pria

Ilustrasi: Nitya Krishinda Maheswari (kiri) dan Greysia Polii (kanan), salah satu andalan bulu tangkis ganda putri Indoensia. (Foto: Humas PBSI).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Program Shuttle Time Women in Badminton digelar dengan tujuan agar bulu tangkis jangan didominasi oleh laki-laki saja.

“Program Women in Badminton ini adalah inisiatif IOC (International Olympic Committee) yang diadaptasi oleh BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) yang kemudian disebarkan ke Asia. Tujuannya adalah agar bulu tangkis bukan didominasi oleh laki-laki saja, karena data menyebutkan bahwa jumlah perempuan di bulu tangkis tak sampai 20 persen. Kami ingin menggerakkan perempuan termasuk ibu tumah tangga, karena yang bisa menggerakkan anak mau main bulu tangkis adalah ibunya,” kata Duta Women in Badminton untuk Asia, Imelda Wiguna, seperti dilaporkan badmintonindonesia.org, Sabtu (15/8).

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menggelar pelatihan bulu tangkis khusus perempuan  Shuttle Time Women in Badminton, acara ini berisi pelatihan bulu tangkis khusus perempuan, yang berlangsung di GOR Asia Afrika, Sabtu (15/8). Mulai pukul 09.00 WIB sekitar 100 perempuan dari beragam profesi mulai dari guru olahraga, pelatih klub bulu tangkis hingga ibu rumah tangga, menjalani program latihan bulu tangkis yang dipimpin oleh pengajar profesional.

“Metode pelatihan memang sengaja dibuat agar para ibu-ibu menjadi nyaman mengajarkan bulu tangkis kepada anak-anak mereka, khususnya anak perempuan. Kecintaan akan bulu tangkis bisa dimulai dari keluarga,” kata Basri Yusuf, Kepala Bidang Pengembangan PP PBSI (Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia).

Pelatihan khusus perempuan ini merupakan bagian program Women in Badminton, yang merupakan bagian dari BWF sejak tahun 1990.

Pelatihan dibuka dengan games-games menarik menggunakan peralatan bulu tangkis seperi raket dan shuttlecock. Hal ini dimaksudkan agar para peserta familiar dengan peralatan bulu tangkis tersebut dan nyaman menggunakannya. Dilanjutkan dengan mengenalkan jenis-jenis pukulan di bulu tangkis.

Sebelumnya di Indonesia telah dilaksanakan 17 kegiatan Shuttle Time yang tersebar di provinsi di seluruh Indonesia. Sedangkan pelatihan khusus perempuan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Afghanistan merupakan negara pertama yang menerapkan kegiatan ini di Asia.

 “Program Women in Badminton ini sangat penting untuk perkembangan bulu tangkis di masa yang akan datang. Seperti kita ketahui, sekarang mau cari pemain tunggal putri saja susah. Kami menggandeng klub Jaya Raya Jakarta karena klub ini cukup aktif dan kami yakin Jaya Raya Jakarta akan mampu menciptakan dorongan kepad perempuan untuk bermain bulu tangkis,” kata Sekretaris Jenderal PBSI, Anton Subowo.

Anton menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga eksistensi bulu tangkis agar tetap dimainkan di olimpiade. (badmintonindonesia.org)

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home