Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 19:46 WIB | Senin, 30 Oktober 2023

Yordania Minta AS Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Patriot di Wilayahnya

Mayor Jenderal Angkatan Darat AS, Rick B. Mattson (tengah), Direktur Latihan dan Pelatihan Komando Pusat AS, Pangkalan Angkatan Udara MacDill, Florida, mengambil bagian dalam latihan untuk menghadapi kemungkinan serangan kimia selama Latihan Eager Lion di salah satu Pangkalan militer Yordania di Zarqa, sebelah timur Amman, 14 Mei 2015. (Foto: dok. Reuters)

AMMAN, SATUHARAPAN.COM-Sekutu setia Amerika Serikat, Yordania, meminta Washington untuk mengerahkan sistem pertahanan udara Patriot untuk meningkatkan pertahanan perbatasannya pada saat ketegangan dan konflik regional meningkat, kata juru bicara militer negara itu pada hari Minggu (29/10).

“Kami meminta pihak Amerika untuk membantu meningkatkan sistem pertahanan kami dengan sistem rudal pertahanan udara Patriot,” kata Brigadir Jenderal Mustafa Hiyari, juru bicara militer Yordania, mengatakan kepada televisi pemerintah.

Rudal Patriot AS ditempatkan di kerajaan tersebut pada tahun 2013 menyusul pemberontakan di negara tetangganya di utara, Suriah, di mana kerajaan tersebut khawatir perang saudara dapat meluas dan memicu konflik regional.

Yordania semakin khawatir bahwa pemboman Israel yang tiada henti di Gaza sejak serangan mematikan terhadap Israel oleh Hamas dari daerah kantong tersebut pada 7 Oktober juga dapat meluas menjadi perang yang lebih luas, kata para pejabat.

Patriot, yang dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan udara AS yang paling canggih, biasanya kekurangan pasokan, sehingga sekutu di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

Hiyari membantah laporan media sosial bahwa Pentagon menggunakan pangkalannya untuk mengangkut beberapa peralatan dan senjata dari depotnya ke Israel untuk meningkatkan pertahanannya dalam perang di Gaza.

Pentagon telah menggunakan instalasi militer Yordania dalam beberapa bulan terakhir, ketika Washington memperkuat postur militernya di wilayah tersebut, kata diplomat Barat.

Amerika Serikat telah mengirim sejumlah besar kekuatan angkatan laut ke Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir, termasuk dua kapal induk, kapal pendukung mereka, dan menambah ribuan tentara di wilayah tersebut.

Pejabat senior pemerintahan Joe Biden termasuk Menteri Pertahanan, Lloyd Austin, telah memperingatkan risiko peningkatan besar serangan terhadap pasukan Amerika di Timur Tengah dan bahwa Iran dapat berupaya memperluas perang Israel-Hamas.

Kerajaan Yordania memiliki ratusan pelatih Amerika di negaranya dan merupakan salah satu dari sedikit sekutu regional yang mengadakan latihan ekstensif dengan pasukan Amerika sepanjang tahun.

Tentara Yordania adalah salah satu penerima terbesar pendanaan militer asing dari Washington dan berjumlah ratusan juta dolar.

Kerajaan Arab Saudi juga telah meminta lebih banyak bantuan untuk mengatasi drone yang digunakan dalam perang narkoba bernilai miliaran dolar di sepanjang perbatasan dengan Suriah, yang menurut Amman dilakukan oleh milisi pro Iran yang berkuasa di Suriah selatan.

“Drone telah menjadi ancaman di semua lini,” kata juru bicara militer Hiyari.

Sejak dimulainya konflik Suriah pada tahun 2011, Washington telah menghabiskan ratusan juta dolar untuk membantu Amman membentuk sistem pengawasan rumit yang dikenal sebagai Program Keamanan Perbatasan untuk membendung infiltrasi militan dari Suriah dan Irak. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home