Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 18:18 WIB | Rabu, 04 Mei 2016

BPS: Pelaku Bisnis Cenderung Pesimis Pada Triwulan I 2016

Kepala BPS, Suryamin. (Foto: Dok. satuharapan.com/Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, mengatakan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) menunjukkan pelaku bisnis lebih cenderung pesimis pada triwulan pertama 2016 dibandingkan triwulan empat 2015.

“ITB pada triwulan pertama 2016 sebesar 99,46, berarti kondisi bisnis menurun dari triwulan sebelumnya. Pelaku bisnis lebih pesimis jika dibandingkan dengan triwulan empat 2015 dengan nilai ITB sebesar 105,22,” kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers "Angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2016" di kantor BPS, Jakarta, hari Rabu (4/5).

ITB adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupkan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB tirwulan pertama 2016 sebesar 4.395 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan.

Suryamin mengatakan, kondisi bisnis pada triwulan pertama 2016 menurun karena adanya penurunan pendapatan usaha dengan nilai indeks sebesar 98,91, kapasitas produksi atau usaha dengan nilai indeks sebesar 99,77, dan rata-rata jumlah jam kerja dengan nilai indeks sebesar 99,79.

“Optimisme pelaku bisnis pada triwulan pertama 2016 terjadi pada tujuh lapangan usaha, sedangkan pelaku bisnis di 10 lapangan usaha lainnya pesimis,” katanya.

Data BPS menunjukkan peningkatan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Informasi dan Komunikasi dengan nilai ITB sebesar 118,27, sedangkan peningkatan kondisi bisnis terendah terjadi pada lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial dengan nilai ITB sebesar 100,42.

“Pelaku bisnis yang paling pesimis memandang bisnis triwulan pertama 2016 adalah di lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian dengan nilai ITB sebesar 86,03,” katanya.

Prospek Bisnis Triwulan II 2016

Sementara itu Suryamin memperkirakan kondisi bisnis pada triwulan dua akan meningkat dibandingkan triwulan sebesarnya dan optimisme pelaku bisnis diperkirakan lebih tinggi.

“Nilai ITB pada triwulan dua 2016 diprediksi sebesar 103,52 berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan pertama 2016 dengan nilai ITB sebesar 99,46,” katanya.

Menurutnya, kondisi bisnis di semua lapangan usaha pada triwulan dua 2016 diperkirakan mengalami peningkatan, kecuali lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian dengan nilai ITB sebesar 94,54.

“Sementara peningkatan kondisi bisnis tertinggi diperkirakan terjadi pada lapangan usaha Informasi dan Komunikasi dengan ITB sebesar 123,47, dan peningkatan terendah diperkirakan terjadi pada lapangan usaha Pengadaann Listrik dan Gas dengan nilai ITB sebesar 101,42,” kata Kepala BPS itu.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home