Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Ignatius Dwiana 13:05 WIB | Selasa, 16 April 2019

Drone Penyerang Bakal Ubah Peta Peperangan

Drone Kalashnikov (Foto: dailymail.co.uk)

RUSIA, SATUHARAPAN.COM - Kalashnikov mengembangkan pesawat tanpa awak KYB, drone bunuh diri. Berguna sebagai amunisi yang terbang bebas di zona pertempuran sampai diperintahkan untuk menyerang. 

KYB diluncurkan pada pertengahan Februari lalu di pameran senjata IDEX 2019.

KYB merupakan drone bunuh diri karena dapat meledak sendiri dan dapat memuat 3 kilogram peledak TNT di dalamnya. Pada dasarnya, KYB merupakan versi lebih canggih dari pesawat kamikaze rakitan yang digunakan jihadis ISIS. ISIS biasa memanfaatkan drone bunuh diri untuk melawan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya, juga Rusia di Suriah dan kawasan Timur Tengah lainnya.

Senjata Masa Depan

Salah seorang narasumber militer Rusia mengatakan biaya produksi KYB ini murah dan sederhana. “Sekitar $100. Di dalam badannya dipasang bom. Drone ini terbang tanpa bising dan tiba-tiba menukik, dan meledakkan tank musuh senilai jutaan dolar. Apalagi, hampir mustahil untuk mendeteksi drone ini ketika ia melayang pada ketinggian 100-200 meter.”

KYB merupakan pengembangan senjata masa depan sehingga sangat memudahkan peperangan. Dengan menggunakan perangkat semacam itu, militer tak perlu repot-repot mengerahkan artileri, tank, atau helikopter dan pengebom ke area pasukan musuh.

Seluruh kekuatan militer terkemuka dunia, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan Tiongkok, tengah aktif mencari armada udara yang murah dan efektif. Tiongkok telah menunjukkan sekumpulan pesawat tanpa awak yang dilengkapi kecerdasan buatan. Namun, armada semacam itu belum pernah dilibatkan dalam konflik sungguhan.

Serangan Drone Bunuh Diri

Berbagai kelompok jihadis kini telah meningkatkan penggunaan drone meski tanpa teknik yang canggih. Seperti pada serangan terhadap Pangkalan Udara Hmeimim Rusia di Suriah 2018 lalu. Jihadis meluncurkan beberapa drone rakitan mereka yang penuh dengan bahan peledak.

Drone yang dapat meledakkan diri akan secara radikal mengubah peta peperangan. Saat ini, pasukan-pasukan di dunia mulai mengadaptasikan senjata-senjata ini dan mengembangkan langkah-langkah murah untuk melawan mereka,” tambah narasumber militer Rusia itu. (rbth.com)

 

Back to Home