Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 14:45 WIB | Selasa, 01 Maret 2016

Sharmeen Obaid Chinoy, Perempuan Pakistan Peraih Oscar

Sharmeen Obaid Chinoy. (Foto: bbc.com/AFP)

LOS ANGELES, SATUHARAPAN.COM - Sharmeen Obaid Chinoy (37), filmmaker dan jurnalis Pakistan, mencuri perhatian di malam penyerahan Piala Oscar di Dolby Theatre, Los Angeles, Minggu (28/2) malam atau Senin (29/2) pagi.

Ia meraih Oscar, penghargaan tertinggi bagi pelaku industri perfilman Amerika Serikat, tahun ini, kategori Dokumenter Terbaik (Subjek Pendek) untuk filmnya yang berjudul A Girl in the River - The Price of Forgiveness.

Istimewanya, ia mencatatkan diri dalam sejarah perfilman menjadi satu-satunya orang Pakistan yang meraih dua Piala Oscar.

Oscar kali ini, adalah Oscar kedua bagi Sharmeen Obaid Oscar. Pertama kali ia meraih penghargaan itu pada tahun 2010.

Tahun 2010, ia mencatat prestasi sebagai orang Pakistan pertama yang dianugerahi Oscar. Ia menyingkirkan pesaing-pesaingnya, meraih Oscar untuk filmnya, Saving Face, di kategori yang sama dengan saat ini.

"Saya punya satu lagi," kata Obaid Chinoy seperti dikutip dari bbc.com, ketika tampil di panggung saat menerima penghargaan film bergengsi itu.

A Girl in the River - The Price of Forgiveness berkisah tentang perempuan berusia 18 tahun, Saba, yang ditembak keluarganya sendiri untuk “menebus” kehormatan keluarga sebelum dibuang ke sungai.

Namun, ternyata dia berhasil menyelamatkan diri dan menuturkan kisahnya.

Tema pembunuhan demi menyelamatkan kehormatan keluarga belum banyak dibicarakan di dunia karena banyak kejahatan yang tidak dilaporkan ke pihak berwenang dan korban tidak diketahui.

Itulah yang membuat Obaid Chinoy mengangkatnya ke dalam film terbarunya.

Dalam pidato penerimaan Oscar dia mengatakan setelah menonton filmnya, Perdana Menteri Nawaz Sharif berjanji untuk mengubah undang-undang tentang pembunuhan atas nama kehormatan keluarga. "Itulah kekuatan film," dia menambahkan.

Gelar Dua Master Universitas Stanford

Sharmeen Obaid Chinoy dilahirkan di Karachi, Pakistan, dan menyelesaikan sekolah menengah di kota itu sebelum melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.

Ia meraih gelar bachelor of arts di Smith College, sebelum kemudian meraih dua gelar, master komunikasi massa dan master di bidang international policy studies di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Lulus universitas, ia langsung merajut karier di bidang perfilman. Ia meluncurkan film pertamanya, Terror's Children untuk The New York Times.

Karya-karya film lainnya, Children of the Taliban, The Lost Generation yang berkisah tentang pengungsi Irak, Afghanistan Unveiled, dan karya yang memenangkan Piala Oscar, Saving Face.

Selain Oscar, yang nama resminya Academy Award, Obaid Chinoy juga mengantongi penghargaan lain, yakni Emmy Award (2011), dan One World Media Award for Broadcast Journalist of the Year (2007).

Karya filmnya sudah ditayangkan di berbagai tasiun televisi, seperti PBS, CNN, Discovery Channel, Al Jazeera English, dan Channel 4.

Wikipedia mencatat ia salah satu dari sebelas sutradara perempuan yang pernah meraih Penghargaan Oscar untuk kategori film nonfiksi. Ia juga tercatat sebagai orang pertama bukan Amerika yang memenangkan Livingston Award for Young Journalists.

Atas prestasinya di dunia perfilman di tingkat dunia, Presiden Pakistan menganugerahkan penghargaan sipil tertinggi, Hilal-e-Imtiaz, pada 23 Maret 2012. Dan, tahun itu pula namanya masuk dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia 2012 versi Majalah Time

Editor : Sotyati

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home