Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 08:37 WIB | Sabtu, 12 Maret 2016

Ade: Bismillahirohmanirohim Calon Ketum Partai Golkar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Ade Komarudin di Alun-alun Utara Keraton Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/3) malam. (Foto: Endang Saputra)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM –  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Ade Komarudin mengucapkan "Bismillahirohmanirohim" mencalonkan diri dan siap bertarung dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar.

“Dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim pada malam hari ini saya menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar dalam Munas yang akan datang. Saya siap memimpin partai yang kita cintai ini untuk merebut masa depan yang lebih baik lagi,” kata Ade di Alun-alun Utara Keraton Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/3) malam.

Ade mengingatkan, ke depan masih banyak tantangan yang harus dihadapai oleh Partai Golkar seperti Pilkada 2017 dan momen besar Pemilu Nasional 2019.

“Jika kita bersatu, saya yakin Partai Golkar akan merebut kembali kejayaan yang membanggakan kita semua,” kata Ade.

Selain itu, kata Ade, dalam Munas mendatang juga harus bisa dimanfaatkan sebagai momen peralihan generasi kepemimpinan.

“Insya Allah, saya siap membawa tongkat estafet generasi baru dan mengajak semua pihak untuk menatap masa depan yang lebih gemilang bagi Partai Golkar,” kata dia.

“Saya dan generasi saya berterima kasih kepada para tokoh dan pimpinan Golkar sebelum ini. Semua tokoh ini telah berbakti sesuai dengan semangat zamannya, membawa marwah partai kita, memberikan yang terbaik di tengah berbagai kendala politik yang mereka hadapi,” dia menambahkan.

Menurut Ade, Bung Hatta pernah berkata, “kita membesarkan Indonesia dengan berdiri di pundak para raksasa masa lalu. Saya ingin menekankan, bahwa kita membesarkan Partai Golkar di masa depan dengan bersandar pada jasa para tokoh Golkar seperti Bapak Aburizal Bakrie, Bapak Jusuf Kalla, Bapak Akbar Tandjung,” kata dia.

“Masing masing tokoh ini telah meninggalkan legacy, memberi kita warisan luhur yang patut kita banggakan, kita rawat, serta kita kembangkan dengan lebih baik,” dia menambahkan.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie telah mewariskan Partai Golkar yang lebih modern, sebuah partai yang berdasarkan pada gagasan yang menjangkau masa depan, seperti visi Indonesia 2045. Selain itu, ARB juga telah memberi teladan mulia, untuk dengan rela memberi, mengalah untuk menyelesaikan koaflik internal partai. "Beliau mengalah dengan memberi jalan pada generasi baru untuk menjadi pimpinan partai kita. Terhadap hal ini, kita mengangkat topi tinggi-tinggi terhadap suri teladan beliau."

“Jusuf Kalla telah membuktikan bahwa dalam masa kepemimpinan beliau, Partai Golkar sanggup mengelola pemerintahan, menjadi tulang punggung dalam hubungan lembaga eksekutif-legislatif, serta menjadi inisiator banyak kebijakan positif di bawah Pemerintahan Presiden SBY,” kata dia.

Sementara itu, menurut Ade, politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung, selain menjadi mentor bagi generasi, juga telah mengibarkan bendera Partai Golkar di masa-masa paling sulit dalam transformasi politik Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, walaupun dihajar kanan dan kiri, Partai Golkar sanggup merebut tempat teratas dan keluar sebagai partai pemenang Pemilu 2004.

“Kepada mereka kita harus berterima kasih. Mereka telah mengukir sejarah, dan kita sekarang harus meneruskan cita-cita mereka. Kita harus menjadikan Partai Golkar sebagai pendorong kemajuan. Kita harus meneruskan karya para pendiri bangsa sejak generasi Bung Karno dan menjadikan kekuatan politik sebagai kekuatan pemersatu seluruh bangsa Indonesia,” kata dia.

Dengan demikian, kata Ade dalam menyongsong masa depan, Golkar harus bekerja sama dengan semua pihak, baik dengan partai lainnya maupun dan terutama dengan Pemerintah Republik Indonesia.

“Partai Golkar lahir dan memiliki keahlian utama dalam pengelolaan kekuasaan, bukan dalam perlawanan terhadap kekuasaan,” kata dia.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home