Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 07:30 WIB | Selasa, 10 Maret 2015

BPS Kesulitan Hitung Inflasi, Harga BBM Naik Turun

Kepala BPS Pusat Suryamin (kedua dari kiri) saat menyampaikan materi beberapa waktu lalu. (Foto: Prasasta Widiadi).

SAWAHLUNTO, SATUHARAPAN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat mengaku kesulitan menghitung tingkat inflasi daerah karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik turun.

"Padahal hasil perhitungan tingkat inflasi itu dibutuhkan untuk mengukur indeks kemiskinan di daerah," kata Kepala Kantor BPS Sawahlunto, Heri Sulistio, di Sawahlunto, Senin (9/3).

Dia mengatakan, angka indeks kemiskinan sangat berpengaruh pada situasi makro, seperti kenaikan BBM, sehingga bisa mengubah standar biaya hidup masyarakat terhadap pendapatannya.

Berdasar perhitungan BPS pada 2013, indeks kemiskinan Sawahlunto tercatat sebesar 2,28 persen. Menurut dia, angka itu secara umum masih bagus meskipun ada sedikit kenaikan dari tahun sebelumnya.

Dengan adanya angka yang resmi dari BPS di daerah, menurut Heri, maka pemerintah daerah akan dapat membuat rancangan  program pengentasan kemiskinan apa yang bisa dibuat, dan seberapa besar pengaruh program itu dalam menekan angka kemiskinan.

"Waktu itu (2013) naiknya persentase indeks tersebut lebih dipicu oleh tingkat inflasi yag terkoreksi karena adanya kenaikan harga BBM," Heri menambahkan.

Meskipun pihak pemerintah kota (Pemkot) setempat sudah meluncurkan bantuan bagi masyarakat miskin, tambah dia, namun kenaikan pendapatan mereka tidak setinggi inflasi yang terjadi.

Menurut Heri, menurunkan angka indeks kemiskinan dari angka tersebut cukup sulit dilakukan karena sudah hampir menyentuh level indeks kejenuhan kemiskinan dalam ukuran garis kemiskinan saat ini.

"Karena berdasarkan data sampel yang ada, golongan masyarakat kategori miskin itu adalah para penyandang disabilitas dan orang-orang jompo," kata dia. (Ant).  

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home