Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 19:33 WIB | Sabtu, 31 Mei 2014

Evaluasi Menyeluruh PBSI ditargetkan Hingga Olimpiade

Christian Hadinata (kanan) saat memberi coaching clinic bagi para pebulu tangkis mahasiswa di Grand Final LIMA 2014, Sabtu (30/5) sore WIB. (Foto: Prasasta)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Manajer tim thomas Indonesia, Christian Hadinata membenarkan bahwa Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan melakukan pembenahan menyeluruh pada pebulu tangkis pelatnas prestasi yang baru saja pulang dari Piala Thomas dan Uber 2014 di New Delhi India.

Christian mengatakan hal ini kepada satuharapan.com pada Sabtu (31/5) sore WIB, di Hall Bulu Tangkis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.  “Memang tidak hanya putri (yang akan dievaluasi - red), tetapi putra saat ini jadi perhatian kita secara serius,” kata Christian.

Kehadiran Christian di Hall Bulu Tangkis GBK dalam rangka memberi coaching clinic bagi para mahasiswa yang berpartisipasi pada Grand Final Badminton Liga Mahasiswa.  

Christian mengatakan bahwa mental tanding tim Uber dan Thomas memang perlu dibenahi, tidak hanya untuk pelatnas prestasi di PBSI Cipayung, tetapi juga pelatnas usia potensi yang kemarin diikutkan organisasi tertinggi bulu tangkis di Indonesia itu di Djarum Sirkuit Nasional Makassar, Batam, Jakarta, dan Bandung.

“Nantinya akan kita pantau sampai olimpiade (2016 -red), karena saat ini masih ada beberapa turnamen lagi yang harus mereka ikuti,” lanjut Christian.

Akan tetapi Christian enggan mengungkapkan secara mendetail tentang evaluasi menyeluruh yang sempat dilontarkan Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI tatkala tim Thomas dan Uber tiba kembali di Tanah Air pada Selasa (27/5).

“Ah, udah ya, nanti kalau itu kamu tanya pak Rexy aja !,” tutup Christian.

Pada saat tim Thomas dan Uber 2014 tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pada Selasa (27/5) Rexy menilai sektor putri merupakan salah satu titik lemah bulu tangkis Indonesia, dia mencontohkan Bellaetrix saat menghadapi Sindhu P.V di perempat final kurang memberi perlawanan yang berarti, akibatnya kala itu Indonesia takluk 0-3

Menurut Rexy, pada pertandingan melawan Sindhu P.V (India), Bellaetrix Manuputty jarang memberikan pukulan yang menyulitkan hingga hal ini menguntungkan buat lawan.

“Pemain kita bisa dibilang tidak ada killing shot. Bella lebih sering menunggu kesalahan lawan untuk mendapat poin, hal ini yang mesti ditingkatkan lagi,” kata Rexy, kala itu. 

Rexy setuju dengan pendapat manajer tim Thomas, Christian Hadinata bahwa pebulu tangkis Indonesia perlu atlet berjiwa petarung. Bukan hanya sekadar perbaikan teknik, Rexy juga menyoroti kondisi fisik pemain serta mental bertanding yang masih menjadi kendala.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home