Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:29 WIB | Kamis, 17 November 2016

Generasi Muda Diharapkan Kunjungi Museum Zoologicum Bogoriense

Ruang pamer Museum Zoologicum Bogor. (Foto: lipi.go.id)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM - Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), genap berusia 122 tahun pada November tahun ini. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku pengelola museum, berharap generasi muda lebih tertarik lagi berkunjung ke museum fauna terbesar di Asia Tenggara ini.

“Kalau bukan kita yang peduli untuk mendorong generasi muda menyukai museum ini, siapa lagi yang akan peduli pada perkembangan museum di masa depan. Museum adalah tempat kita belajar peradaban dan cikal bakal bangsa,” kata  Siti Nuramaliati Prijono, Sekretaris Utama LIPI di sela-sela perayaan ulang tahun ke-122 MZB pada Selasa (8/11) di Kota Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, posisi museum di Indonesia masih belum banyak diminati oleh masyarakat sebagai obyek wisata. Bahkan anak-anak muda cenderung lebih suka mengisi akhir pekan dengan berkunjung ke mall, atau tempat wisata modern daripada mempelajari peninggalan sejarah di museum.

Dia berharap, MZB yang ke depan akan dikembangkan lebih baik lagi bisa lebih menarik lagi untuk generasi muda agar berkunjung ke museum tersebut.

“Saya berharap, MZB bisa sebagai sarana edukasi dan pariwisata masyarakat untuk lebih paham sejarah tentang alam, sehingga mereka bisa lebih peduli. Ada istilah tak kenal maka tak sayang, istilah ini menggambarkan kalau anak muda tidak kenal museum bagaimana mereka akan sayang pada kekayaan alam dan hayati bangsa,” katanya.

Senada, Bima Arya, Wali Kota Bogor melihat MZB adalah salah satu warisan kolektif Kota Bogor, yang harus terus dijaga pengembangannya agar jangan sampai hilang.

“Memori sejarah tidak pernah terputus dan dapat memberi pelajaran kita untuk lebih menjaga keseimbangan alam,” katanya.

Ia mengatakan, pembangunan grand design museum-museum yang ada di Kota Bogor, termasuk MZB memerlukan kerjasama pemerintah, pihak swasta, dan akademisi. Bahkan bila diperlukan bisa dibentuk dewan museum yang khusus mengatur museum di Kota Bogor.

Hari Sutrisno, Direktur MZB LIPI mengatakan, keberadaan MZB di Kota Bogor tidak hanya menggambarkan proses daur hidup binatang yang statis, tetapi memvisualisasikan proses alur bergerak yang relevan dengan kondisi saat ini. MZB sudah memadukan antara objek display dengan teknologi suara untuk menyampaikan informasi yang jelas, pada pengunjung seperti suara serangga dan suara binatang lainnya.

“Target kita pada 2018, museum ini sudah menggunakan teknologi informasi agar menjadi wahana wisata dan edukasi anak-anak muda,” katanya.

Disebutkannya, MZB hingga saat ini telah menyimpan sebanyak 3.030.657 spesimen yang terdiri dari 3.007 moluska, 134 cacing nematoda, 15.804 serangga dan arthropoda, 70 krustasea, 1.300 ikan, 498 reptil, 334 amfibi, 1.200 burung dan 460 mamalia. “Koleksi spesimen fauna yang ada di museum ini banyak diminati dan diteliti oleh peneliti lokal dan asing,” kata Hari.

Selain itu, Hari mengatakan,  bahwa informasi tentang biodiversitas fauna Indonesia dapat diakses melalui website MZB (biologi.lipi.go.id) dan telah terintegrasi dengan koleksi yang ada di Laboratorium Widyasatwaloka LIPI. Dan sebagai bagian peringatan ulang tahunnya, pihak MZB menggelar pula open house dan pameran yang berlangsung dari 9 hingga 27 November 2016.  (lipi.go.id)

 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home