Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:59 WIB | Kamis, 07 Juli 2016

Gerak Langkah Teroris Dipersempit

Ilustrasi. (Foto: ntmcpolri.info)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengatakan tiga langkah dapat diambil untuk mempersempit kelompok teroris leluasa melancarkan aksinya.

Ketiga langkah itu memerlukan kesatuan aksi bagi seluruh elemen bangsa dan negara, baik itu penegak hukum, wakil rakyat, pemerintah, maupun rakyat banyak.

Langkah pertama adalah penguatan hukum melalui revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Komjen Tito berharap, anggota Dewan Perwakilan Rakyat memahami betul seluk-beluk kelompok-kelompok radikal keagamaan sehingga hasil revisi bisa maksimal.

“Kita berharap undang-undang baru hasil revisi betul-betul mampu menguatkan aparat penegak hukum,” kata Komjen Pol Tito Karnavian dalam keterangan persnya, Selasa (5/7), seperti dikutip dari situs ntmcpolri.info.

Kedua, Komjen Pol Tito Karnavian mengajak masyarakat Indonesia untuk beramai-ramai melakukan gerakan mengutuk aksi teror bom bunuh diri, yang dilakukan kelompok terorisme. “Jadi, masyarakat harus tidak takut terhadap kelompok terorisme,” katanya.

Langkah ketiga, perlu upaya intensif kerja sama antarnegara di tingkat regional, untuk menetralisir konflik di Timur Tengah agar tidak meluas, termasuk perlunya upaya menetralisir pergerakan kelompok ISIS.

“Apa yang terjadi di Indonesia ini adalah tumpahan konflik yang ada di Timur Tengah,” kata calon Kapolri itu.

Ketiga langkah tersebut, disampaikan untuk menyikapi kasus bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Surakarta Selasa (5/7) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB. Pihak Kepolisian juga mendeteksi adanya ancaman serangan lain di markas-markas kepolisian, termasuk Mapolda Metro Jakarta Raya dan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Kapolri Duga Pelaku Nur Rahman Anggota Jaringan Abu Musaf

Semetara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat konferensi pers menduga pelaku adalah Nur Rohman anggota kelompok Abu Musaf.

“Pelaku diduga Nur Rohman. Untuk kepastiannya tunggu tes DNA,” ujar Kapolri saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Solo, Jl Adi Sucipto, Selasa (5/7).

Badrodin mengatakan, Nur Rohman merupakan anggota kelompok Abu Musaf, yang berada dalam satu jaringan dengan Bahrun Naim, otak penyerangan di Thamrin pada awal tahun ini.

“Garis komandonya ke sana,” kata Kepala BNPT Jenderal Tito Karnavian yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home