Loading...
INSPIRASI
Penulis: Danny Prasetyo 00:00 WIB | Minggu, 23 Maret 2014

Jam Pasir

Apakah makna butiran pasir ini? (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Pernahkah  Anda melihat jam pasir? Butiran pasir di dalam gelas atas akan perlahan masuk ke dalam gelas di bawahnya. Jika butiran pasir itu adalah adalah hari-hari yang telah, sedang, dan akan kita tempuh, apakah makna butiran-butiran pasir itu?

Bagi sebagian orang, makna butir pasir itu adalah mengisi hari-hari itu dengan bekerja demi uang. Waktu tak boleh disia-siakan—time is money. Namun, tidak sedikit pula yang mengisi hari-harinya untuk menjadi berkat bagi sesamanya. Bagi mereka, hidup seharusnya memberi nilai pada kehidupan itu sendiri—time is life.

Manusia tidak bisa menyimpan waktu. Waktu akan terus berjalan entah kita mengisinya dengan sesuatu yang baik, sesuatu yang buruk, atau sama sekali tidak mengisinya. Ketika kita tidak mengisinya, sesungguhnya itu pun bukanlah hal baik. Mengapa? Karena waktu adalah harta tak ternilai dalam diri manusia. Bukankah kita sering mendengar keluhan orang yang merasa kehabisan waktu. Sehingga, kita acap mendengar nasihat, mungkin juga pernah mengucapkannya, ”Selagi masih ada waktu.” Atau: ”Jangan sampai terlambat!”

Bagaimana dengan waktu kita? Apakah waktu hanya seperti butiran-butiran pasir tanpa makna? Atau kita justru menjalaninya dengan ucapan syukur karena hari demi hari adalah anugerah Tuhan bagi kita? Tentu saja, dalam hidup kita tidak hanya merasakan sukacita, tetapi juga dukacita. Namun, mengutip Fanny Crosby, suka duka dipakai-Nya untuk kebaikan kita.

Marilah kita mengisi butiran waktu kita dengan hikmat Tuhan! Perbaruilah prinsip time is money menjadi time is life! Inilah salah satu kiat mencintai hidup. Sebab waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home