Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 21:18 WIB | Jumat, 20 Maret 2015

Kadin Rayu Swasta Bangun Indonesia Timur

Ketua Komite Tetap Koordinator Kadin Indonesia Timur Nasruddin Tueka (kiri) dan Wakil Ketua Umum Kadin Koordinatior Wilayah Timur Indonesia Annar Salahuddin Sampetoding (kanan) dalam konferensi pers Rakernas Trade and Investment Forum 2015 Kadin Indonesia Timur di Menara Kadin Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan,Jumat (20/3). (Foto: Diah A.R)
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajak kerja sama bisnis dan investasi bagi para pengusaha swasta nasional maupun investor asing untuk membangun dan mempromosikan wilayah Indonesia Timur.
 
"Kerja sama tersebut akan direalisasikan dalam program kemitraan "P to P" (public to private partnership) dan private to private partnership yang merupakan model partisipasi swasta dalam program nasional bagi percepatan pembangunan ekonomi Wilayah Timur Indonesia," kata Wakil Ketua Umum  Kadin Koordinator Wilayah Timur Annar Salahuddin Sampetoding dalam konferensi pers Rakernas Trade and Investment Forum 2015 Kadin Indonesia Timur di kantor Kadin Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Jumat (20/3).
 
Ada dua hal yang menjadi prioritas dalam pembangunan ini yaitu pembangunan fisik dan sumber daya manusia. 
 
Percepatan dalam pembangunan tersebut meliputi perikanan, pertanian, perkebunan, pengembangan sarana dan prasarana infrastruktur seperti energi, jalan dan jembatan, air minum atau pengelolaan air, manajemen limbah, irigasi waduk, pelabuhan, kapal feri, bandara dan perumahan masyarakat dan industri manufaktur yang terkait dengan industri olahan.
 
Sedangkan untuk percepatan pembangunan sumber daya manusia itu sendiri meliputi pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan dan pengembangan masyarakat termasuk pengembangan perempuan dan keluarga.
 
Selain dengan pihak swasta, Kadin juga mengajak pemerintah provinsi wilayah timur Indonesia dan pemerintah pusat untuk menyiapkan wadah promosi dan menjembatani kerja sama bisnis dan investasi khusus untuk wilayah timur Indonesia.
 
"Kita akan fasilitasi perusahaan-perusahaan di berbagai sektor prioritas industri untuk mendapatkan informasi atas potensi program dan proyek pembangunan yang ingin dilaksanakan," kata Annar.
 
Menurutnya langkah strategis harus segera dilakukan untuk percepatan pembangunan. Di antaranya adalah penghapusan ketimpangan ekonomi, pemerataan pendapatan, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan pembangunan masyarakat dengan memberdayakan perempuan dan keluarga untuk penguatan manusia di wilayah timur Indonesia.
 
"Kita ingin alih teknologi ke kawasan timur juga dipercepat, demikian juga keterampilan dan kewirausahaan di sana terus kita dorong. Pengembangan kapasitas bisnis dan keuangan masih perlu ditingkatkan lebih baik lagi," kata Annar.
 
Kementerian  Perindustrian sedang mengembangkan beberapa kawasan industri prioritas yang terletak di wilayah timur Indonesia antara lain Bitung Sulawesi Utara, Palu dan Morowali Sulawesi Tengah, Konawe Sulawesi Tenggara, Bantaeng Sulawesi Selatan, Buli Maluku Utara dan Teluk Bintuni Papua Barat.
 
Menurut Annar pengembangan kawasan-kawasan industri dan ekonomi khusus berbasis produk unggulan di setiap provinsi atau wilayah itu perlu dipercepat sebagai sentra pertumbuhan wilayah baru di kawasan timur Indonesia.
 
Pengembangan ini juga perlu disertai dengan adanya pengelola, infrastruktur pendukung yang lengkap dan tenaga kerja yang memadai.
 
Beberapa waktu lalu Kadin wilayah timur Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT PLN Engineering dan Pemerintah Kabupaten Morowali Sulteng untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga biomassa berkapasitas 10 megawatt (MW). Tidak hanya itu, Kadin juga mengusulkan dibangunnya terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di setiap provinsi untuk memenuhi kebutuhan energi terutama di setiap kawasan ekonomi khusus di wilayah timur Indonesia.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home