Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 12:00 WIB | Selasa, 11 Oktober 2016

Melantunkan Firman Tuhan Salah Satu Bentuk Seni

Ilustrasi. (Sumber: offthegridnews.com))

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Festival Lantunan Firman Tuhan yang Benar, Baik, dan Indah 2016 merupakan kegiatan yang dapat dikategorikan seni.

Beberapa tamu kehormatan di ajang yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Theologi “IKAT” (Institut Keguruan Alkitab dan Theologia) tersebut mengemukakan festival yang berlangsung di Gereja Protestan Haleluya, Taman Mini Indonesia Indah, hari Minggu (9/10) tersebut merupakan sebuah perwujudan dari seni, karena agama tidak hanya berbicara tentang ritual atau ajaran tentang hidup baik dan buruk, namun ada kaitannya dengan seni.

Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan (Kabalitbangdiklat) Kementerian Agama, Abdurrahman Mas'ud – yang kehadirannya mewakili pemerintah – mengapresiasi kegiatan tersebut. Abdurrahman menjelaskan pemerintah mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan tersebut.

“Karena kegiatan yang melantunkan Firman Tuhan ini adalah salah satu bentuk seni,” kata dia saat memberi kata sambutan.

Abdurrahman menambahkan tradisi yang bernuansa seni tersebut merupakan tradisi yang terdapat di semua agama.

“Misalnya dalam islam ada yang namanya Musabaqah Tilawatil Quran yang terselenggara dari tingkat RT (rukun tetangga) hingga nasional.”

Dia menjelaskan seni selain merupakan karunia, juga merupakan panggilan hidup bagi Allah. Banyak umat Kristiani masa kini mengkategorikan hanya pelayanan gerejawi sebagai panggilan hidup bagi Tuhan. Padahal, panggilan di bidang seni pun seperti halnya panggilan di bidang pelayanan Firman atau di bidang ilmu, tidak berlaku umum tetapi berlaku khusus. 

Sementara itu bagi Kepala Departemen Penyebaran dan Pemasaran Lembaga Alkitab Indonesia, Saefudin, mengatakan Firman Tuhan yang dilantunkan dalam festival tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi seni.

Menurut dia, seni adalah bahasa universal yang dapat diterima banyak orang. “Seni dapat diterima semua orang lintas gender, lintas profesi, lintas generasi, bahkan lintas keyakinan,” kata dia.

“Bila Firman Tuhan dapat dihadirkan dalam bentuk yang lebih universal, maka Firman Tuhan akan relatif mudah dipahami, dan kita berharap umat dapat bertemu dan berinteraksi dengan Kristus,” dia menambahkan.

Dukungan dari pihak luar terhadap acara ini dihadirkan Wakil Bendahara Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Arie Moningka, yang mengatakan agar Firman Tuhan semakin dihargai.

Ketua Panitia Festival Lantunan Firman Tuhan yang Benar, Baik, dan Indah 2016, Denrij Andries mengatakan STT IKAT menganggap festival tersebut penting karena merupakan motivasi untuk lebih mendalami Firman Tuhan dengan baik dan benar, dan bagi pelayan gereja.  

Dalam rangka menjaring peserta, panitia mengirim pengumuman acara tersebut ke sekitar 200 gereja tanpa membedakan denominasi gereja tertentu. 

Denrij Andreas menjelaskan Festival tersebut mengambil tema yang dikutip dari Roma 10:17 “Jadi, Iman Timbul dari Pendengaran dan Pendengaran Oleh Firman Kristus”.

Peserta festival tersebut harus mengirim contoh file suara membaca Alkitab yang direkam dalam durasi tidak lebih dari lima menit jauh sebelum pelaksanaan, yakni 1 September 2016.  

Setelah menerima file suara dari peserta, dewan Juri melakukan seleksi terhadap sepuluh peserta terbaik pada tanggal 15 September 2016. Sepuluh pelantun yang terpilih mendapat pengarahan dari panitia sebelum tampil pada Minggu (9/10).  

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home