Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 19:31 WIB | Rabu, 19 Agustus 2015

Mendag Jalankan Kebijakan yang Market Friendly Lewat Bulog

Peresmian Depo Bapok Kita di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur, Senin (10/8). (Foto: Dok. satuharapan.com/Diah A.R)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan ingin menjalankan kebijakan yang bersahabat dengan pasar atau  market friendly melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) hadir di pasar.

“Pasar itu harus dipakai. Jadi lebih baik menertibkan harga dan pasokan dengan operasi pasar. Bukan dengan tonjok-tonjok pelaku suruh mereka turunkan atau naikkan harga dengan kekakuan seperti press control. Jadi mendingan kita operasi pasar. Itu namanya market friendly,” kata dia saat memberikan keterangan pers terkait neraca perdagangan bulan Juli 2015 di kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta Pusat, Rabu (19/8).

Menurutnya, Bulog sangat tepat untuk membantu menstabilkan harga dengan berada di pasar sehingga dapat langsung membantu pedagang. Penguatan Bulog pun akan dilakukan di segmen pasar yang baru seperti pasar daging sapi mengingat selama ini Bulog hanya mengurusi masalah beras saja.

“Ya sebelumnya (Bulog) belum banyak kapasitas kemampuannya. Tapi dengan gebrakan Menteri Pertanian terhadap industri ini merupakan salah satu contoh reformasi sektor. Dan saya tentu mengharapkan konsumsi protein di masyarakat akan meningkat terus untuk kesejahteraan sehingga untuk Bulog lebih berperan dalam hal ini segmen sapi itu saya nilai baik sekali."

Beberapa waktu yang lalu, mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meresmikan Depo Bapok Kita di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur. Depo tersebut bertujuan sebagai jalan pemerintah memangkas rantai distribusi untuk menstabilkan harga barang kebutuhan pokok dan memberantas peran bandar barang kebutuhan pokok di pasar induk yang dinilai sangat dominan dalam menentukan harga.

Mekanisme depo ini yaitu Bulog akan menjadi pemasok utama yang menyediakan barang kebutuhan pokok langsung dari petani atau importir dengan perjanjian tertentu yang nantinya akan diperjualbelikan di kios yang telah disediakan di pasar setempat kepada pedagang.

Menurut Rachmat, depo ini akan membantu para pedagang mendapat akses sumber pasokan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau karena lemahnya akses pembiayaan para pedagang di pasar rakyat.

“Upaya ini juga untuk memfasilitasi pedagang pasar rakyat agar mendapatkan akses pembiayaan dengan mekanisme lebih sederhana, mudah, cepat dan dengan bunga yang lebih ringan,” kata dia.

Selanjutnya, akses pembiayaan pedagang pasar akan diatur secara bilateral antara Koperasi Pasar/Lembaga Keuangan Bank-Lembaga Keuangan Non-Bank (KOPPAS/LKB-LKNB) dan pedagang itu sendiri.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home