Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 19:56 WIB | Kamis, 02 April 2015

Musrenbang Jaktim Prioritaskan 7 Program Utama

Musyawarah perencanaan pembangunan atau (musrenbang) di Kantor Wali Kota, Jakarta Timur, Kamis (2/4). (Foto: Francisca Christy Rosana)

AKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kendati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta belum resmi disahkan, Pemerintah Provinsi DKI bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah melakukan penyusunan anggaran untuk 2016.

Penyusunan anggaran sejak dini dimaksudkan agar program-program yang hendak dilaksanakan dalam APBD 2016 tak terbengkalai.

Musyawarah perencanaan pembangunan atau (musrenbang) tingkat RW, kelurahan, dan kecamatan telah digelar beberapa waktu yang lalu.

Pekan ini, aspirasi masyarakat atau asmas dari tingkat rw hingga kecamatan itu dikalkulasi dan disampaikan dalam musrenbang tingkat kapupaten/kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat didampingi Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana dan anggota DPRD Dapil Jakarta Timur dari Partai Hanura, Prabowo Soenirman serta Partai Gerindra M. Syarif, Kamis (4/2) siang hingga sore menggelar Musrenbang di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Wagub yang tiba di lokasi Musrenbang pukul 14.00 WIB seusai meresmikan rumah sakit tipe D di Pesanggrahan, Jakarta Selatan langsung duduk di antara wali kota dan anggota DPRD DKI.

Dalam sambutannya, Wagub meminta agar eksekutif dan legislatif memfokuskan pembahasan anggaran APBD pada masyarakat.

"Proses APBD bisa fokus transparan dan aplikatif sehingga hasilnya tampak. Yang paling penting adalah samakan persepsi eksekutif dan legislatif. Melalui musrenbang ini nanti akan dirumuskan sebelum menyusun KUA-PPAS," ujar Djarot.

Politikus PDI-P itu meminta kedua pihak tak menambah penderitaan masyarakat melalui penyusunan program yang realistis dan tak fiktif.

Sementara itu, Bambang menjelaskan, 2016 nanti Jakarta Timur akan memprioritaskan tujuh program yang diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat.

Lima dari tujuh program ini dikaitkan dengan program andalan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yakni program lima tertib (5T), tertib hunian, tertib demo, tertib PKL, tertib lalu lintas, dan tertib sampah.

"Prioritas pertama adalah program kesehatan. Kami ingin rehab Puskesmas menjari rumah sakit tipe D. Selanjutnya rehab gedung sekolah, ada 40 sekolah SD, SMP, SMA yang harus dibenahi,"ujar Bambang.

Prioritas selanjutnya adalah penataan pedagang. Bambang ingin pasar-pasar tradisional tertata menjadi pasar tematik. Jakarta Timur, kata Bambang juga ingin membuat pasar induk unggas mengingat di daerah ini ada 105 pedagang dan pengumpul unggas.

Prioritas ketiga, Jakarta Timur diharapkan nyaman dari parkir liar dan PKL liar, khususnya di Jatinegara dan Cawang. "Kemudian pembangunan ruang terbuka hijau (RTH), taman interaktif. Jakarta Timur ini lahannya masih terbuka untuk mendukung 30 persen Jakarta hijau," lanjut Bambang.

Prioritas selanjutnya ialah bersih dari sampah dan banjir. Jakarta Timur, kata Bambang punya program 'Jaktim Kinclong'.

Kemudian tertib dari daerah kumuh, prioritas keenam kota bersih, nyaman, dan asri. "Jaktim lahannya masih cukup dibanding wilayah lain. Membangun hutan kota, agar daerah asri dan tersedia air tanah yang cukup," katanya.

Sementara, program yang belum dapat dilakukan di kota akan diisulkan ke provinsi, yaitu rehab total gedung SD, SMP, SMA sebanyak 39 unit. Musrenbang diakhiri pukul 16.30 WIB. 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home