Loading...
INSPIRASI
Penulis: Jan Calvin Pindo 03:33 WIB | Minggu, 19 Juni 2016

Nggak Ngefek

Apakah kemanusiaan kita menjadi semakin baik?
Huruf-huruf (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Sekarang ini mudah sekali menemukan berbagai kisah inspiratif. Kemajuan zaman—dengan makin mudahnya akses internet dan maraknya berbagai jenis media sosial—adalah hal yang menjadikan berbagai kisah inspiratif tersebut dapat diketahui banyak orang. Salah satunya adalah kolom inspiratif di satuharapan.com yang tengah Anda baca dan nikmati saat ini.

Di tengah bulan puasa yang sedang dijalani umat Muslim di seluruh dunia pada umumnya, dan di Indonesia pada khususnya, menyeruak satu kisah yang menyesakkan. Kejadiannya saya yakin sudah diketahui secara umum yakni ketika Satpol PP Serang menutup warung-warung makan yang kedapatan buka sebelum waktunya sebagaimana dicantumkan dalam surat edaran Bupati Serang.

Entah siapa yang merekam peristiwa itu lalu mengunggahnya ke dunia maya. Yang jelas kejadian rekaman itu menimbulkan simpati seorang muda yang segera menggalang dana bagi para pedagang yang warungnya harus tutup dan dagangannya disita Satpol PP. Saya sengaja tak menyebutkan nama mereka yang menjadi  korban dan orang yang mencetuskan ide untuk menggalang dana. Biarlah bukan nama mereka yang diingat, namun sikapnya. Pada bagian inilah saya hendak mengajak kita melakukan introspeksi.

Ada jarak yang cukup jauh antara pemuda tersebut dan Si Ibu yang warungnya ditutup. Mereka juga tak pernah saling kenal sebelumnya. Namun, justru dalam situasi itulah sikap simpati justru mendapatkan tempatnya yang paling tepat. Bila kebaikan dilakukan pada mereka yang kita kenal, maka sejatinya hal itu tak dapat disebut sebagai kebaikan. Sebaliknya, jika hal itu dilakukan pada mereka yang tak dikenal dan lebih lagi tak mungkin untuk membalas simpati yang diberikan, pada saat itulah kebaikan mewujud.

Kebaikan memang seharusnya dilakukan justru ketika kita sadar bahwa orang yang kepadanya kebaikan itu diberikan tak pernah mungkin untuk mengetahui siapa pelaku kebaikan itu dan tak mungkin untuk membalasnya. Ini selaras dengan yang pernah dikatakan Sang Guru, apa yang diberi tangan kananmu jangan diketahui tangan kirimu.

Pertanyaannya, dari begitu banyak kisah inspiratif yang begitu mudah kita jumpai, adakah itu mengubah hidup kita menjadi lebih manusiawi? Apakah kemanusiaan kita menjadi semakin baik? Apakah kehidupan bersama kita makin bermakna? Jangan-jangan semua kisah inspiratif itu hanya baik ditulis dan indah dibaca, namun tak memberi dampak apa pun.

Kata anak muda zaman sekarang: nggak ngefek.

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home