Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 18:54 WIB | Senin, 24 Agustus 2015

Parlemen Jerman Pelajari Sistem Tenaga Kerja Disabilitas di Indonesia

Parlemen Jerman Pelajari Sistem Tenaga Kerja Disabilitas di Indonesia
Empat anggota Komisi Bidang Ketenagakerjaan dan Sosial German Bundestag (Parlemen Negara Republik Federal Jerman) berfoto bersama dengan karyawan penyandang disabilitas dalam kunjungannya di sebuah perusahaan industri elektronik yaitu Omron Manufacturing of Indonesia (OMI) di Cikarang, Jawa Barat. (Foto-foto: cognito)
Parlemen Jerman Pelajari Sistem Tenaga Kerja Disabilitas di Indonesia
Para anggota delegasi melihat langsung bagaimana karyawan penyandang disabilitas bekerja di OMI.

CIKARANG, SATUHARAPAN.COM – Empat anggota Komisi Bidang Ketenagakerjaan dan Sosial German Bundestag (Parlemen Negara Republik Federal Jerman) mengunjungi sebuah perusahaan industri elektronik, Omron  Manufacturing  of  Indonesia  (OMI)  di  Cikarang, Jawa Barat untuk mempelajari ketenagakerjaan inklusif khususnya bagi kaum disabilitas serta mempelajari standar kerja dan sosial di Indonesia.

“Kami sangat terkesan dengan sikap yang sangat terbuka dari para karyawan penyandang disabilitas mengenai tantangan yang mereka hadapi untuk  bekerja  di  suatu  perusahaan  seperti  OMI.  Sebuah  tantangan  besar,  tapi  mereka dengan berani menghadapinya,” kata Pemimpin Delegasi Parlemen Negara Republik Federal Jerman Dr. Matthias Bartke dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (24/8)

“Mereka mengungkapkannya dengan cara yang  luar biasa bahwa  para  penyandang  disabilitas  di  seluruh  dunia  juga  dapat  bekerja  sama  baiknya dengan karyawan lain.  Dan saya berharap akan lebih banyak lagi  penyandang disabilitas yang memperoleh pekerjaan,  karena kami mengerti  sulitnya mendapatkan pekerjaan bagi mereka.”

Dalam kunjungannya tersebut, Bartke didampingi oleh tiga orang anggota delegasi lainnya yaitu Klaus Ernst, Azize Tank, Brigitte Pothmer.

Direktur Utama OMI mengatakan Omron mempunyai misi memperbaiki kualitas hidup dan memberikan kontribusi demi tercapainya masyarakat yang lebih sejahtera dan percaya bahwa kaum disabilitas juga memiliki hak yang sama.

“Omron  memberi  kesempatan  yang  sama bagi  semua  karyawan untuk menjadi yang terbaik dalam bidang kerjanya masing-masing, dan mendukung mereka untuk dapat mandiri di kemudian hari. Saya percaya, apabila kita memberikan yang terbaik bagi  masyarakat,  maka sebaliknya  masyarakat  juga  akan memberikan  yang  terbaik  bagi perusahaan.”

Untuk dapat mempermudah pekerja yang berkebutuhan khusus itu, Omron menyesuaikan tempat kerja bagi mereka. Di antaranya adalah menyediakan  alat-alat  bantu kerja  dengan pilihan  yang  dapat  digerakkan  oleh  tangan  atau  kaki,  serta  meja  dan  kursi  yang  khusus dirancang agar mereka lebih leluasa bergerak.

Selain itu, pihak perusahaan juga memberikan kesempatan kepada kaum pekerja disabilitas untuk berada di ruangan yang sama dengan pekerja yang lain agar dapat belajar bekerja sama sebagai sebuah tim.

Dalam merekrut pekerja berkebutuhan khusus, OMI bekerja sama dengan Balai  Besar  Rehabilitasi  Vokasional  Bina  Daksa  (BBRVBD) ,pusat  pelatihan  bagi  para  penyandang  disabilitas  di  bawah  Kementerian  Sosial. Lembaga ini bertugas mempersiapkan para penyandang disabilitas sebagai calon tenaga kerja terampil yang siap mengisi berbagai kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan.

Bentuk kerja sama OMI dan BBRVBD adalah dengan memberikan pelatihan dan kesempatan magang di perusahaan.Selain itu, OMI juga secara aktif mengajak perusahaan-perusahaan lain di kawasan industri EJIP untuk  menerapkan  keternagakerjaan  inklusif. Sampai  dengan  saat  ini  OMI  telah mempekerjakan penyandang disabilitas sebanyak 100 orang di berbagai bagian perusahaan.

Kebijakan  Omron  dalam hal  ketenagakerjaan  inklusif  sudah  dimulai  sejak  tahun  1972 di pabrik Omron Taiyo, tepatnya di Kota Oita, Jepang, melalui kerja samanya dengan Institusi Kesejahteraan  milik  pemerintah  setempat,  dan  menjadi  pabrik  pertama  di  Jepang  yang mempekerjakan karyawan penyandang disabilitas.

Pada tahun 1986, Omron juga mendirikan Omron Kyoto Taiyo, pabrik yang seluruh karyawannya merupakan penyandang disabilitas dan menjadikannya yang pertama di dunia.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home