Loading...
INDONESIA
Penulis: Francisca Christy Rosana 14:30 WIB | Selasa, 14 Juli 2015

Pertamina Siap Dukung Pasokan Energi untuk Pemprov DKI

Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (kanan) di hadapan awak media seusai penandatanganan kesepakatan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Perusahaan minyak dan gas bumi PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di ibu kota. Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan siap mendukung penyediaan energi gas, minyak, serta energi terbarukan dan stok tenaga listrik untuk mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah ibu kota.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Pertamina dan Pemerintah Provinsi yang diwakili oleh Dirut PT Pertamina, Dwi Soetjipto dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (14/7) siang.

“Ini adalah langklah proaktif Pertamina dalam konversi minyak ke gas maupun ke energi baru dan terbarukan. Ini juga merupakan upaya Pertamina untuk mendukung Pak Gubernur dalam menyejahterakan masyarakat DKI,” kata Dwi Soetjipto kepada awak media seusai penandatanganan kesepakatan tersebut.

Dijelaskannya, poin kerja sama ini mencakup penyediaan pasokan gas untuk perumahan, industri, serta transportasi, dan energi listrik. Menurut Dwi Soetjipto, Jakarta harus mulai melakukan perubahan pemakaian energi, yakni dari energi minyak ke gas. Ini disebabkan karena cadangan energi fosil semakin lama semakin menipis dan akan habis.

Untuk itu, Pertamina menggiring Jakarta untuk mulai beralih ke energi baru terbarukan, yakni energi gas. Bila saat ini harga gas lebih mahal dibanding minyak, 10 tahun ke depan harga minyak diprediksi akan lebih mahal dibanding dengan harga gas.

“Nanti kita akan bangun untuk semua rusun ada jaringan pipa gas. Jadi standar rusun di Jakarta nanti harus pakai gas karena warga DKI nanti bisa hemat 40-50 persen biaya gas. Kita juga bisa hemat devisa, nggak usah terlalu banyak tabung gas,” kat Ahok.

Editor : Bayu Probo

Ikuti berita kami di Facebook

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home