Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:01 WIB | Senin, 14 September 2015

Presiden Palestina Kecam Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa

Foto dokumentasi yang menunjukkan penggunaan gas air mata selama bentrokan di masjid Al Aqsa, Yerusalem. (Foto: dari Al Arabiya).

PALESTINA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Palestina,  Mahmoud Abbas, mengecam "agresi" yang dilakukan oleh tentara Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, hari Minggu (13/9).

Pemimpin Palestina yang bulan lalu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kepala Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia "sangat mengutuk agresi penyerbuan (oleh) Israel  ke Al-Aqsa pagi ini dengan tentara dan polisi pendudukan."

Sementara itu, Yordania, yang memiliki hak kustodian pada kompleks masjid Al-Aqsa, juga mengutuk serangan terhadap situs yang dianggap suci oleh umat Muslim.

"Pemerintah Yordania mengutuk serangan yang dilakukan oleh pasukan khusus tentara pendudukan Israel terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa," kata Menteri Informasi Yordania, Mohammed Momani.

Dia menuduh Israel "memprovokasi" dan "berupaya mengubah status quo" pada salah satu tempat suci yang paling sensitif di Timur Tengah.

Yordania bukanlah satu-satunya negara Arab untuk mengecam serangan Israel. Mesir, satu-satunya negara Arab lainnya yang telah menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel, juga mengecam serangan di kompleks yang dianggap suci bagi Muslim maupun Yahudi.

Kementerian luar negeri Mesir mengecam penggunaan gas air mata dan bom suara sebagai "eskalasi yang tidak dapat diterima terhadap tempat-tempat suci umat Islam di wilayah Palestina yang diduduki".

Di bawah status quo, orang-orang Yahudi diizinkan untuk mengunjungi tempat itu, tapi tidak untuk berdoa di sana, karena takut akan menimbulkan gesekan dengan jamaah Muslim.

Sebelumnya pada hari Minggu (13/9), saksi Muslim mengatakan polisi Israel memasuki masjid dan menyebabkan kerusakan pada sajadah.

Polisi Israel hanya mengatakan bahwa mereka menutup pintu ke masjid untuk mencegah perusuh melemparkan batu, kembang api dan benda-benda lainnya.

Mereka mengatakan bentrokan terus terjadi i luar kompleks dan di gang-gang sempit Kota Tua Yerusalem, di mana mereka membalas dengan gas air mata dan granat kejut.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan ada 20 orang yang memerlukan perawatan di rumah sakit, karena terluka dalam insiden itu.

Kompleks masjid adalah tempat  yangsering terjadi bentrokan. Pada akhir Juli, polisi Israel memasuki masjid Al-Aqsa karena mereka bentrok dengan Muslim yang marah dengan akses bagi Yahudi untuk pada hari berkabung tahunan Yahudi. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home