Loading...
INSPIRASI
Penulis: Esty Lestariningsih 01:00 WIB | Rabu, 06 Januari 2016

Sudah Ada yang Mengaturnya

Kita kadang iri dengan rezeki orang lain.
Bersyukur (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke suatu desa di lereng Merapi, Jawa Tengah. Di sana masyarakatnya mengandalkan pertanian sebagai penghasilan utama. Namun, karena letaknya di lereng gunung mereka mengantungkan pertaniannya pada air tadah hujan. Ketika kemarau, usaha sampingan mereka—penggemukan sapi—menjadi alternatif usaha untuk menyokong perekonomian keluarga. Modal yang mereka keluarkan terbilang cukup besar, sehingga mereka sering kali berutang terlebih dahulu untuk membeli bibit sapi, dan baru membayarnya setelah sapi tersebut terjual.

Sapi milik Pak Bambang, orang  yang menampung saya di rumahnya, terjual dengan harga Rp 30 juta, setelah lima bulan dipelihara. Padahal, seminggu sebelumnya sapi milik tetangganya terjual dengan harga Rp 35 juta, meski bibit yang mereka beli harganya sama, yaitu Rp 24 juta.

Ojo meri karo rejekine wong liyo, kabeh wes ono sing ngatur, sing penting syukur lan melu seneng,” komentar Pak Bambang saat saya menanyakan apakah dia menyesal terlambat menjual sapinya. Artinya: jangan iri dengan rezeki orang lain, semua sudah ada yang mengatur, yang penting kita harus selalu bersyukur dan ikut senang dengan kebahgiaan mereka.

Persoalannya memang sering di sini. Kita kadang iri dengan rezeki orang lain, lalu melakukan segala cara agar kita lebih kaya dibanding yang lain. Ya, kadang kita lupa bahwa jodoh, rezeki, dan maut, sudah ada yang mengatur. Bersyukur dan menerima segala yang diberikan Tuhan akan menjadikan hidup kita lebih nyaman dan tenteram.

Nah, marilah kita isi tahun 2016 ini dengan hati penuh syukur serta mau merasakan kebahagiaan orang lain sebagai kebahagian kita juga dan kesedihan orang lain sebagai kesedihan kita juga!

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home