Loading...
INDONESIA
Penulis: Francisca Christy Rosana 16:38 WIB | Selasa, 28 Oktober 2014

Veteran: Pergerakan Pemuda Tidak Boleh Luput dari Ingatan

Veteran: Pergerakan Pemuda Tidak Boleh Luput dari Ingatan
Slamet, mantan pejuang Indonesia menunjukkan kepada satuharapan.com seusai upacara peringatan Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Kramat Raya, Jakarta pada Selasa (28/10) bahwa ia telah mendapatkan sejumlah penghargaan berupa Satya Lencana. (Foto-foto: Francisca Christy Rosana)
Veteran: Pergerakan Pemuda Tidak Boleh Luput dari Ingatan
Slamet H, veteran yang pernah berjuang pada masa Trikora.

JAKARTA, SATUHARAPAN – Sejarah perjuangan pergerakan pemuda dalam menegaskan cita-cita persatuan bangsa tidak boleh dilupakan oleh masyarakat. Untuk itu, Slamet H, veteran sekaligus Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Jakarta Selatan mengatakan kepada satuharapan.com seusai upacara peringatan ke-86 Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta pada Selasa (28/10), sumpah pemuda harus selalu diperingati setiap tahun oleh seluruh elemen masyarakat.

Slamet yang pernah menjadi tukang cuci rantang tentara Belanda pada masa penjajahan mengaku walaupun tidak ikut menjadi saksi mata peristiwa pengucapan ikrar Sumpah Pemuda digaungkan oleh sekumpulan pemuda Indonesia pada 1928, ia bangga pernah ikut berjuang dalam Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) yang dilancarkan pada 1961 untuk menggabungkan wilayah Irian (sekarang Papua, Red) bagian Barat.  

Mengingat sejarah bangsa yang panjang, Slamet ingin generasi muda masa kini meneruskan perjuangan bangsa, yakni mencapai persatuan dan kesatuan Indonesia. Ia juga ingin selalu mengingatkan para generasi muda agar semangat juang tidak luntur. Ia menekankan generasi muda saat ini harus mencontoh semangat juang yang dikobarkan pemuda pada masa perjuangan lalu.

“Generasi sekarang kurang perhatian. Dulu, meskipun Indonesia belum merdeka, pemuda-pemuda mau menyatukan satu suara untuk membangun bangsa. Jadi kita lestarikan peringatan ini untuk semua elemen, agar anak-anak tahu sejarah tentang ikrar Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Penghargaan terhadap Pejuang

Atas jasa perjuangannya ketika masih muda dulu, Slamet telah mendapatkan sejumlah penghargaan berupa Satya Lencana. Satya Lencana tersebut selalu ia pasang di dada kiri ketika ia mengenakan pakaian dinas. Dulu ia berjuang di wilayah Kalimantan kurang lebih dua tahun dan kembali ke Jakarta meneruskan tugasnya sebagai tentara.

Perihal penghargaan terhadap veteran, ia mengatakan tidak ingin muluk-muluk mendapat pengakuan. Uang pensiun sebagai tunjangan veteran (tuvet) dan dana kehormatan (dahor) yang diberikan pemerintah baginya sudah merupakan bentuk penghargaan yang cukup besar. Bagi veteran, katanya, yang terpenting adalah usaha generasi muda saat ini untuk menghargai jasa pejuang masa lampau dan meneruskan cita-cita membangun bangsa yang berdaulat. 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home