Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 10:26 WIB | Minggu, 20 Desember 2015

Waketum PBWI Harap Wushu Indonesia Diperhitungkan

Waketum PBWI Harap  Wushu  Indonesia Diperhitungkan
Aksi para pewushu yang terdiri dari atlet Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI), DKI Jakarta memeragakan jurus dengan senjata pedang pada pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu usia Yunior 2015, hari Sabtu (19/12), di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta. (Foto-foto: Prasasta Widiadi).
Waketum PBWI Harap  Wushu  Indonesia Diperhitungkan
Aksi para pewushu yang terdiri dari atlet Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI), DKI Jakarta memeragakan jurus dengan senjata tongkat pada pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu usia Yunior 2015, hari Sabtu (19/12), di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.
Waketum PBWI Harap  Wushu  Indonesia Diperhitungkan
Ilustrasi: Pewushu putri andalan Indonesia di nomor taolu, Lindswell Kwok saat berlaga di nomor taijijian di Kejuaraan Dunia Wushu 2015, hari Sabtu (14/11), di Istora Senayan, Jakarta.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Ngatino menyampaikan keinginan agar wushu di Indonesia diperhitungkan dunia melalui terselenggaranya dua kejuaraan yang berdekatan–Kejuaraan Dunia Wushu dan Kejuaraan Nasional Wushu usia Yunior–karena kedua ajang tersebut menampilkan keseriusan Indonesia dalam menggeluti wushu sebagai sarana untuk diperhitungkan di kancah olahraga dunia.

”Mudah mudahan dari hasil kejuaraan ini prestasi Wushu Indonesia menjadi diperhitungkan di dunia,” kata Ngatino saat memberi sambutan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu usia Yunior 2015, hari Sabtu (19/12), di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta.  

Ngatino menyebut pembinaan atlet wushu sejak usia muda telah dilakukan dengan maksimal oleh PBWI, karena tidak sedikit yang mengalami berbagai kendala seperti letak pelatnas yang jauh dari daerah asal atlet.

“Pembinaan atlet tidak instan karena hasil kejuaraan dunia (Kejuaraan Dunia Wushu 2015, Red) membuktikan kita bisa meraih tujuh emas, para atlet itu  adalah hasil binaan Kejuaraan Nasional Wushu Usia Yunior  2008 yang digelar, kala itu, di Provinsi Bali,” Ngatino menjelaskan.

Ngatino menginginkan para pewushu berbuat yang optimal, oleh karena itu dia meminta dukungan penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 

"Tahun 2018 Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games even itu harus menjadi tonggak sejarah untuk kita meraih prestasi maksimal, wushu diharapkan dapat lebih meraih lebih dari satu medali emas,” kata dia.

“Kami mohon  Pemerintah bisa  melihat atlet junior hasil kejurnas ini, dan agar bisa lebih banyak ditampung di  pelatnas,” dia menambahkan.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu usia Yunior 2015

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu usia Yunior 2015, menurut  Ngatino didukung oleh yayasan yang mendidik atlet wushu di Indonesia yakni Yayasan Inti Bayangan. Kejuaraan ini mempertandingkan nomor jurus (taolu), nomor tarung (sanda) dan kung fu tradisional Tiongkok, selain itu juga  mempertandingkan jurus-jurus  baru.

Kejuaraan ini berlangsung mulai Sabtu (19/12) sampai dengan Rabu (23/12) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. 

Dia menjelaskan kegiatan ini diikuti 17 Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) seperti Pengprov Jawa Barat, Pengprov Riau, Pengprov DI Yogyakarta, Pengprov Jawa Tengah, Pengprov Pengprov Lampung, Pengprov Sumatra Utara, Pengprov Jawa Timur, Pengprov Bali, Pengprov Sumatera Barat, Pengprov Jambi, dan Pengprov DKI Jakarta, dengan total 825 pewushu berusia kurang dari 18 tahun.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home