Loading...
BUDAYA
Penulis: Bayu Probo 12:28 WIB | Sabtu, 30 Agustus 2014

Exodus: Gods and Kings, Film Terbaru Angkat Kisah Musa

Salah satu adegan dalam Exodus: Gods and Kings. (Sumber: trailer)

LOS ANGELES, SATUHARAPAN.COM – Satu lagi film keluaran Hollywood mengangkat kisah Alkitab: Exodus: Gods and Kings. Kisah tentang Musa yang membawa umat Israel keluar dari Mesir—dicatat di Kitab Keluaran—dibintangi Aaron Paul, Christian Bale, dan Sigourney Weaver, serta disutradarai Ridley Scott.

Hollywood punya sejarah yang kaya film adaptasi epik Alkitab. Dari The Ten Commandments (1956) hingga Noah (2014), dengan tokoh-tokoh Alkitab dimainkan oleh nama-nama masyhur seperti Charlton Heston dan Russell Crowe. Ridley Scott juga mengambil ‘rute yang sama’ saat memilih pemeran Musa dalam filmnya Exodus: Gods and Kings. Yaitu, sang pemeran Batman sendiri, Christian Bale. Ia yang akan memakai jubah dan mengangkat dua loh batu. Namun, seperti hampir semua orang lain yang telah membintangi epik Alkitab, Bale tidak benar-benar cocok dengan deskripsi seorang pria kelahiran Mesir. Dia berkulit putih.

Pemeran Kulit Putih

Tidak hanya Bale—kelahiran Wales, Inggris, tetapi banyak tokoh lain diperankan aktor kulit putih seperti Joel Edgerton (Australia), Sigourney Weaver (Amerika), dan Aaron Paul (Amerika). Aktor berkulit warna, sayangnya memerankan tokoh yang tidak penting.

Mesir—seperti sekarang—adalah pertemuan berbagai budaya, karena secara geografis Mesir menjadi persimpangan jalan geografis antara Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Jadi, aktor-aktor yang merefleksikan elemen internasional Scott bisa mengacu pada Ben Kingsley (seorang Inggris yang ayahnya India), John Turturro (Italia-Amerika), dan Indira Varma (campuran India, Italia, dan Swiss). Namun, mereka dalam film ini hanya mendapat peran kecil dibanding aktor kulit putih yang tercantum di atas. Bahkan, semua budak digambarkan kulit hitam.

The Ten Commandments

Film Exodus: Gods and Kings ini tentu saja akan dibandingkan dengan film legendaris pada 1956 yang disutradarai Cecil B DeMille, The Ten Commandments. Film yang pengambilan gambarnya di Mesir, Gunung Sinai, dan Semenanjung Sinai ini adalah film produksi ulang dari produksi 1932 dengan judul yang sama. Yang membedakan, film lama adalah film bisu.

The Ten Commandments adalah film termahal pada masanya. Dirilis pada 8 November 1956, film dengan tokoh Musa yang dibintangi Charlton Heston itu dinominasikan tujuh kategori dalam Academy Awards termasuk kategori film terbaik. Dengan anggaran US$ 13 juta (Rp 152 miliar), film itu mendapat pemasukan US$ 122,7 juta (Rp 1,434 triliun).

Di Spanyol

Pengambilan gambar Exodus: Gods and Kings ini pada Oktober 2013 di Almeria, Fuerteventura, Canary Islands, Pájara—semua di Spanyol. Ridley Scott juga mengambil lokasi Antigua di wilayah Laut Karibia dan Inggris.

Film yang akan diluncurkan pada 12 Desember 2014 ini kabarnya memakan biaya mendekati epik Alkitab lain, Noah, yang rilis awal tahun lalu. Noah menghabiskan US$ 125 juta (Rp 1,46 triliun) dan menghasilkan pendapatan US$ 359 juta (Rp 4,197 triliun). Apakah dengan bintang Christian Bale, produksi 21st Century Fox ini bakal meraih sukses yang sama dengan film yang disutradarai Darren Aronofsky.

Walaupun mendapat kritik keras terkait casting yang tidak menggambarkan kondisi riil di Mesir—bahkan ada gerakan untuk memboikot film ini—semoga Exodus dapat menjadi pemuas dahaga para penggemar film epik Alkitab. (imdb.com/wikipedia.org/vanityfair.com)

Artikel terkait film epik Alkitab dan kontroversinya dapat Anda baca di:


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home