Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 15:15 WIB | Kamis, 26 Mei 2016

PNG Sampaikan Keprihatinan Pelanggaran HAM Papua ke Jokowi

Perdana Menteri Papua Nugini (PNG), Peter O'Neill. (Foto: radionz.co.nz)

PORT MORESBY, SATUHARAPAN.COM - Perdana Menteri Papua Nugini (PNG), Peter O'Neill, mengatakan pemerintahnya prihatin dengan apa yang terjadi di Papua dan telah menyatakan hal ini langsung kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Hal itu dikatakan Peter O'Neill saat berbicara dalam siaran FM100 sebagaimana dilansir radionz.co.nz, pada hari Kamis (26/5). Ia berbicara di radio saat menanggapi pertanyaan dari masyarakat tentang Papua Barat.

O' Neill sebelumnya telah berbicara tentang perlunya PNG untuk berbicara tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sedang berlangsung di wilayah tetangga negaranya.

Pada kesempatan di radio itu kemarin, hari Rabu (25/5), O'Neill menunjukkan bahwa warga Papua Barat diterima baik di PNG.

"Kami sama-sama prihatin tentang apa yang terjadi di Papua Barat," katanya.

"Kami telah menyatakan secara langsung kepada otoritas tertinggi (di Indonesia) termasuk Presiden, tahun ini terutama mengenai isu HAM dan otonomi khusus," dia menanambahkan.

Perdana menteri mengatakan  sebagai ketua Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum, PIF), PNG telah menulis kepada Presiden Jokowi, meminta untuk mengirim tim pencari fakta PIF ke Papua untuk berbicara langsung dengan rakyat Papuasendiri.

"Respons yang kami terima dari Indonesia adalah mereka menyambut dialog semacam itu dan menghargai keinginan kita agar Papua mendapatkan beberapa otonomi yang lebih, bahwa apakah nantinya  akan berlanjut kepada menentukan nasib sendiri atau tidak adalah sesuatu yang harus ditentukan nantinya," katanya.

Pernyataan perdana menteri PNG menyusul kritik dari ketua Melanesian Spearhead Group (MSG), Manasye Sogavare, bahwa Indonesia telah gagal untuk menanggapi permintaan keterlibatan MSG dalam memediasi masalah Papua dengan Indonesia.

Setelah pertemuan khusus mereka dijadwalkan di Port Vila awal bulan ini ditunda, pemimpin MSG diperkirakan akan bertemu di Port Moresby dalam beberapa hari mendatang.

Editor : Eben E. Siadari

Baca Juga:

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home