Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 11:22 WIB | Jumat, 13 Juni 2014

Daniel Davari Bela Iran untuk Hormati Ayahnya

Daniel Davari. (Foto: wallpaperseries.com).

SATUHARAPAN.COM – Di bawah mistar dia cekatan mengawal beberapa gawang tim liga Jerman, ya dia adalah Mohammad Daniel Davari (26). Penjaga gawang blasteran Iran, Jerman dan Polandia ini lebih memilih salah satu negara Asia untuk dia ikuti di Piala Dunia 2014. Padahal sejak awal dirinya memulai karier di sepak bola bisa saja dia masuk tim nasional Jerman. Ia pilih Iran untuk menghormati ayahnya.

Pelatih tim nasional Iran, Carlos Queiroz memberi sinyal hijau bagi kehadiran pria yang lebih sering dikenal dengan nama Daniel Davari itu, dan kemungkinan besar Davari akan menjadi pilihan utama kesebelasan negeri Persia itu. Pada Februari 2013 Queiroz mengadakan beberapa penyelidikan pemain blaster berdarah Iran yang bersepak bola di beberapa klub Eropa, dan akhirnya menemukan Davari yang merupakan blasteran atau campuran antara ayahnya yang warga negara Iran, dan ibunya Jerman dan Polandia.  Dia memenuhi syarat untuk bermain untuk Jerman, Polandia dan Iran. Namun, Davari menolak undangan Iran untuk kualifikasi Piala Asia melawan Lebanon pada Maret 2013, karena itu bertepatan dengan pertandingan  penting bagi Braunschweig. 

Mehrzad Davari, ayah Daniel mengatakan cita-cita anaknya untuk bersepak bola. “Sejak Daniel masih muda, saya memimpikan bahwa suatu hari ia akan bermain untuk tim nasional, dan sekarang mimpi ini menjadi kenyataan,” kata Mehrzad  

“Untuk menghormati saya, Daniel bergabung dengan Iran, Namun, ketika ia masih kecil dia lebih senang jika ia dipanggil untuk Iran dan Jerman, ia pasti akan memilih Iran,” lanjut Mehrzad.

Mehrzad mengatakan menjelang Piala Dunia, Daniel akan belajar bahasa Persia karena sehari-hari dia berbahasa Jerman dan Inggris di klubnya.

“Saya berharap bahwa Daniel dapat menunjukkan kompetensinya di Iran,” lanjut Mehrzad.    

Davari menapaki kariernya di bawah mistar gawang dengan menjadi cadangan di Mainz 05 pada 2004, kemudian awal 2009 dia ingin menapaki karier yang lebih tinggi dengan bergabung ke Eintracht Braunschweig yang waktu itu di Divisi Utama Liga Jerman.

Di Braunschweig, awalnya dia masih menjadi pelapis bagi Marjan Petkovic, akan tetapi saat penjaga gawang Kroasia itu  mengalami cedera cukup lama mulai dari akhir 2011 hingga 2012, maka Davari menjadi pilihan utama. Meskipun Petković kembali dari cedera beberapa minggu kemudian, Davari terus tempat awal untuk sisa musim ini, akhirnya mengarah Braunschweig untuk mencapai promosi ke Bundesliga pada 2013.

Menjelang musim depan, pelatih Dortmund Jurgen Klopp sempat kepincut ingin mendatangkan Davari untuk menjadi pelapis penjaga gawang Dortmund yang sudah kawakan, Roman Weidenfeller akan tetapi Grasshopper Zurich (Swiss) terlebih dahulu meneken kontrak dengannya hingga 2018.

Davari hanya satu dari lima pesepak bola Iran yang berkiprah di luar negaranya. Karena masih ada nama-nama seperti Reza Ghoochannejhad yang kelahiran Belanda,

Pemain berdarah Iran kelahiran Belanda ini sangat tangkas dan memainkan peran penting di klubnya Charlton Athletic (Inggris). Saat membela negaranya, Davari sukses mencetak tiga gol dalam tiga laga kualifikasi pertama.

Sementara itu Javad Nekounam merupakan aspek penting lainnya di tim Iran. Nekounam termasuk salah satu punggawa senior tim negeri Persia karena membuat debut di tim nasional Iran sejak 2000. Gelandang Al-Kuwait ini sangat dinamis dan bisa membaca setiap permainan lawan. Piala Dunia tahun ini mungkin akan menjadi yang terakhir untuknya.

Carlos Queiroz masih memiliki andalan lain yakni Masoud Shojaei, yang membela Las Palmas (Spanyol). Andalan tim Iran lainnya, Ashkan Dejagah  yang memperkuat VFL Wolfsburg telah memperkuat klub Liga Jerman itu lebih dari150 kali, sebelum pada 2012 menuju Fulham.  

Piala Dunia 2014

“Pergi ke Piala Dunia pasti akan menjadi puncak karier saya, sejauh ini saya dapat menghantarkan Braunschweig promosi ke Divisi Utama Liga Jerman adalah hal terbaik, tetapi ke Piala Dunia akan menjadi luar biasa, itu adalah apa yang semua orang impi-impikan. Saya akan senang dan bangga dan keluarga saya akan senang," kata Davari.

Davari melakukan debut untuk Iran saat menghadapi  Thailand pada 15 November 2013, menjaga clean sheet negeri Persia dalam kemenangan 3-0  Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup B. Pada awal Juni 2014, Davari dipanggil ke skuad Piala Dunia 2014 FIFA Iran oleh Carlos Queiroz. Davari akan menjadi pemain berbasis Eropa Iran keempat sama seperti Ashkan Dejagah, Omid Nazari dan Reza Ghochannejad yang bermain di kompetisi Eropa.

“"Aku benar-benar gugup, yang tidak biasa karena aku biasanya sangat tenang sebelum pertandingan. Aku merinding ketika lagu kebangsaan dimainkan. Itu sejauh pengalaman terbaik yang aku sudah di sepakbola. Saya sangat senang untuk bermain untuk Iran,” kata Davari mengenai komentarnya tatkala pertama kali membela tim negeri Persia menghadapi Thailand.

Davari berbicara tentang peluang tim Persia di Piala Dunia 2014, Iran tergabung di Grup F Piala Dunia bersama Argentina, Nigeria, dan pendatang baru Bosnia-Herzegovina.

“Argentina adalah favorit jelas dalam kelompok kami, Bosnia juga memiliki tim yang hebat dengan banyak pemain bagus, banyak dari mereka bermain di Bundesliga atau di tempat lain di luar negeri. Dan kemudian ada Nigeria. Secara keseluruhan, tim Afrika sangat kuat, terutama secara fisik. Ini adalah tantangan besar dan saya senang kami memiliki tiga pertandingan benar-benar sulit,” lanjut Davari.
Nama lengkap   : Daniel Davari

Tanggal lahir       : 6 Januari 1988 (umur 26)

Tempat lahir       : Giessen, Jerman Barat

Tinggi                    : 192 cm. 

Posisi bermain   : Penjaga Gawang.  

Klub       : Mainz 05, Eintracht Braunschweig, Grasshoper Zurich. (wikipedia.org/bundesliga.com/fifa.com).


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home