Loading...
DUNIA
Penulis: Bayu Probo 13:01 WIB | Selasa, 03 Juni 2014

Raja Spanyol Lengser

Sebuah gambar yang diambil pada 2 Juni 2014 menunjukkan Raja Spanyol Juan Carlos menyampaikan pidato kepada rakyatnya setelah menyatakan diri turun takhta di Zarzuela Palace di Madrid. Raja Spanyol Juan Carlos mengumumkan memilih putra mahkotanya Pangeran Felipe untuk menggantikannya, dan mengakhiri kekuasaannya selama 39 tahun yang mengantar Spanyol dari kediktatoran ke demokrasi namun kemudian dirundung skandal kerajaan. (Foto: AFP)

MADRID, SATUHARAPAN.COM – Raja Spanyol Juan Carlos akan turun takhta untuk mendukung putranya, Pangeran Felipe, menggantikannya, menurut pengumuman negara itu pada Senin (2/6), dan mengakhiri masa kekuasaan selama 39 tahun dalam demokrasi yang kemudian didera oleh skandal kerajaan.

Raja berusia 76 tahun yang dinobatkan pada November 1975 setelah kematian Jenderal Francisco Franco itu akan lengser setelah didera masalah kesehatan dan popularitasnya yang makin terkikis akibat skandal yang mengitari dirinya dan keluarganya.

“Raja Juan Carlos baru saja memberi tahu saya tentang keinginannya untuk meninggalkan takhta dan memulai proses suksesi,” tutur Perdana Menteri Mariano Rajoy dalam pengumuman mendadak kepada media.

Dia akan menyerahkan takhta kepada putranya, Felipe de Borbon (46), yang relatif tidak terpengaruh oleh skandal yang mendera seluruh keluarganya. Putra mahkota itu dikenal sebagai mantan atlet layar Olimpiade.

Sering tersenyum namun lebih pendiam daripada ayahnya, Felipe sering dibandingkan dengan perangai Juan Carlos yang terkesan santai, yang memainkan peran bersejarah dalam masa transisi pascakediktatoran Spanyol.

Namun, citra Juan Carlos ternoda setelah dirinya melakukan safari mewah ke Botswana pada April 2012, saat rakyatnya berjuang dalam resesi, menyebabkan satu dari empat orang menganggur. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home