Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 10:02 WIB | Selasa, 10 Juni 2014

Trikus Harjanto: Indonesia Butuh Banyak Turnamen Bulu Tangkis

Trikus Harjanto (tengah) dan Vita Marissa (kanan) saat menjuarai ganda campuran usia dewasa Pertamina Open 2013. (Foto: Prasasta)

PALANGKARAYA, SATUHARAPAN.COM - Mantan juara dunia ganda campuran Trikus Harjanto menyatakan Indonesia memiliki banyak pebulu tangkis kategori usia taruna (U-19) dan remaja (U-17) yang memiliki kemampuan baik, tetapi frekuensi kompetisi atau kejuaraan bulu tangkis di Indonesia minim.

Trikus mengemukakan hal itu pada Senin (9/6) seusai perhelatan kejuaraan bulu tangkis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) seri  Kalimantan Tengah  2014, di Gedung Olahraga (GOR) Sanaman Mantikei, Palangkaraya. 

“Saya melihat banyak bibit bagus di turnamen ini, untuk itu, agar mereka dapat terus berkembang, kita perlu segera mengasahnya di level yang lebih tinggi,” kata Trikus.

Trikus Haryanto adalah pebulu tangkis spesialis ganda campuran dan beberapa kali bermain di ganda putra. Prestasi yang pernah dia raih antara lain Juara Thailand Terbuka 1994, Juara Indonesia Terbuka 1995, Juara Badminton World Cup 1995, Juara World Badminton Grand Prix 1995, medali emas SEA Games 1995, yang dia raih bersama pasangannya di pelatnas waktu itu, Minarti Timur.

Mantan peraih medali perak Olimpiade 2000 itu menyarankan agar pihak-pihak yang terkait dengan pencarian bibit-bibit pebulutangkis berbakat di Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) turun langsung ke berbagai kejuaraan bulu tangkis di Indonesia. “Datang dan lihat langsung turnamen seperti ini, jangan cuma terima laporan,” lanjut Trikus.

“Sayang kalau bakat-bakat potensial itu tidak digarap segera,” kata Trikus, yang bersama Bambang Suprianto di ganda putra berhasil menjuarai Asia Championship 2001, serta dengan Sigit Budiarto memenangi kejuaraan yang sama pada 2005.  

Pada pemberitaan satuharapan.com sebelumnyamenyebutkan Trikus Harjanto dan Vita Marissa berhasil menjuarai nomor ganda campuran usia dewasa Sirnas seri Jakarta 2014 pada Mei 2014, setelah pada partai puncak menggempur Rosyita Eka Putri dan Muhammad Rian Ardianto yang masih aktif di Pelatnas PBSI Cipayung dengan 21-16, dan 21-14. (djarumbadminton.com/wikipedia.org)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home