stripe
Jalan - Jalan

Wakatobi, Sudah Tahu Singkatannya?

Penulis : Tim Growth Hack
Wakatobi, Sudah Tahu Singkatannya?
Foto atas : pelni.co.id

SATUHARAPAN.COM/LIFE - Tidak dapat disangkal jika keindahan bawah laut di Indonesia merupakan yang terbaik di dunia. Negara maritim yang berada di Khatulistiwa dengan beribu pulau terhampar dari Sabang sampai Merauke ini menyajikan surga bawah laut yang dapat ditemui di banyak daerah. Salah satunya ialah Taman Nasional Wakatobi. Kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tenggara ini memiliki keaneragaman hayati laut. Nama Wakatobi sendiri diambil dari gabungan nama keempat pulau yang terdapat dalam kabupaten tersebut, yaitu Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko.

Nah, coba rencanakan perjalanan, siapkan tiket pesawat (cek Traveloka.com sebagai referensi harga), lalu kita berjalan-jalan ke Wakatobi! Jika mengacu pada destinasi pariwisata, Taman Nasional Wakatobi punya beberapa titik destinasi wisata yang terkenal. Seperti pulau Tomia, di pulau Tomia ini terkenal akan keindahan bawah lautnya. Di pulau tersebut banyak terdapat titik selam. Tidak jauh dari pulau Tomia terdapat juga Bukit Kahyangan yang jika berdiri di puncaknya, tampak laut Banda dan pulau Kaledupa.

sumber:travel.detik.com

Tidak hanya pulau Tomia, banyak pula pulau-pulau yang menyajikan keindahan alam yang menakjubkan, terlebih lagi pemandangan di bawah lautnya. Seperti pulau Anano, Runduma, Sawa, dan juga Hoga, yang pastinya memiliki keistimewaan masing-masing. Selain destinasi pariwisata yang menarik banyak wisatawan, ada pula suku yang terkenal sebagai orang laut, yaitu suku Bajo. Mereka sebenarnya pendatang pada tahun 1600-an. Yang menarik dari pemukiman suku Bajo, mereka mendirikannya di atas air laut. Rumah-rumah tersebut dibangun di atas timbunan karang.

sumber:pelni.co.id

Tidak salah memang jika suku Bajo dijuluki sebagai orang laut, karena selama berlayar di lautan, mereka tidak pernah menggunakan kompas maupun navigasi modern. Seperti suku-suku di tempat lain, suku Bajo juga punya makanan khas, Kosuami yang berbahan dasar singkong yang telah dikukus terlebih dahulu, lalu diparut dan disaring. Makanan dengan cita rasa gurih khas singkong ini semakin menambah selera makan, karena aromanya yang kuat diolah dan dimasak dengan menggunakan kayu bakar.

Taman Nasional Wakatobi tidak hanya mengundang para wisatawan, Taman Nasional yang memiliki kawasan seluas 1,39 juta hektar ini juga mengundang banyak spesies ikan dan koral. Kurang lebih terdapat 93 jenis ikan seperti pogo-pogo (Balistoides viridescens), napoleon (Cheilinus undulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), baronang (Siganus guttatus), Amphiprion melanopus, Chaetodon specullum, Heniochus acuminatus, Caesio caerularea dan masih banyak lagi.

sumber:dishubkominfo.wakatobikab.go.id

Tak hanya itu saja, terdapat juga lebih dari 112 jenis karang, seperti Acropora formosa, A. Hyacinthus, Psammocora profundasafla, Fungia molucensis, Lobophyllia robusta, Merulina ampliata, Platygyra versifora, Euphyllia glabrescens dan masih banyak lagi. Taman Nasional Wakatobi juga menjadi rumah bagi penyu-penyu untuk berkembang biak, di antaranya penyu tempayan, penyu sisik, dan juga penyu lekang. Dan setiap bulan November, saat di bagian bumi lain membeku, sedangkan di perairan Indonesia terhitung hangat, kawanan paus sperma berbondong-bondong meramaikan bawah laut Taman Nasional Wakatobi.

Begitu juga dengan beberapa jenis burung laut, juga tidak ingin ketinggalan menikmati keindahan Taman Nasional Wakatobi, seperti burung Angsa Batu Coklat, Raja Udang Erasia, dan Cerek Melayu juga membuat sarang di Taman Nasional tersebut.

Karena banyaknya titik yang cocok untuk para pencinta snorkeling, diving, memancing, dan berenang, pulau yang mempunyai kedalaman sekitar 1.044 meter ini sangat potensial untuk dikembangan menjadi industri pariwisata. Ditambah lagi dengan menawarkan desa-desa yang jauh dari kebisingan ingar-bingar kota besar, serta pengalaman menarik merasakan hidup ala suku Bajo. Jadi sangat disayangkan jika untuk menikmati keindahan Wakatobi tidak ditunjang dengan fasilitas yang memadai.

Share
Article
Share to Twitter
Share to Facebook
Share to Google Plus
READ THIS
x

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/satuhara/public_html/life/template/article.tpl on line 232
Thank you for subscribing our newsletter